1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Sanksi terhadap Iran Dicabut Harga Minyak Anjlok

Pencabutan sanksi nuklir terhadap Iran berdampak luas. Iran kini bisa ekspor minyak mentah. Akibatnya harga minyak internasional menukik tajam, walaupun AS menetapkan sanksi baru, yaitu atas program misil balistik Iran.

Pencabutan sanksi Barat terhadap Iran berdampak pada harga minyak. Untuk pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir harga minyak di Asia jatuh hingga di bawah 380.000 Rupiah per barrel.

"Turunnya harga minya jelas akibat pencabutan sanksi terhadap Iran," kata analis ekonomi Daniel Ang kepada kantor berita AFP. Ini artinya, pasar akan dibanjiri minyak mentah yang merupakan ekspor dari Iran, ditambahkannya.

Sanksi yang ditetapkan Amerika Serikat serta negara-negara Barat lainnya terhadap Iran resmi dicabut hari Sabtu (16/01/16). Keputusan pencabutan diambil setelah PBB menegaskan bahwa Iran telah memenuhi semua tuntutan yang ditetapkan dalam kesepakatan Juli tahun lalu, untuk mengurangi program nuklirnya.

Bank DBS di Singapura menyatakan dalam sebuah riset bahwa harga minyak sekarang sampai pada titik paling rendah sejak 1998. Yaitu ketika krisis finansial Asia sampai pada puncaknya.

"Diplomasi sukses"

Akhir pekan lalu, Presiden AS Barack Obama memuji diplomasi yang sukses dalam mengakhiri konflik nuklir Iran yang sudah berlangsung puluhan tahun. Pihak Barat menuduh program nuklir Iran digunakan untuk membuat senjata nuklir.

"Kami mencapai proses bersejarah ini melalui diplomasi, dan tanpa menyebabkan perang berikutnya di Timur Tengah," demikian dinyatakan Obama di depan wartawan di Gedung Putih.

Sehari sebelumnya, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sudah membenarkan, Iran mengambil langkah efektif yang menyebabkan sanksi sekarang bisa dicabut. Langkah efektif Iran diambil berdasarkan kesepakatan antara pemerintah negara itu dan enam negara berkuasa di dunia, yang ditandatangani tahun lalu.

Pembebasan tahanan oleh Iran

Obama menekankan dampak postif pengakhiran konflik lewat cara diplomasi, termasuk juga timbulnya kesempatan bekerjasama untuk mengatasi isu-isu yang dulu bisa mengarah pada konflik, misalnya penangkapan anggota marinir AS pekan lalu. Setelah sempat ditangkap karena memasuki wilayah Iran, sejumlah anggota marinir AS kembali dibebaskan oleh Iran.

Obama juga mengumumkan, Teheran telah membebaskan sejumlah warga AS yang ditahan di penjara Iran. Beberapa di antara mereka sudah ditahan bertahun-tahun. Termasuk di antaranya, reporter harian Washington Post, dan mantan kepala kantor harian itu di Teheran, Jason Rezaian. Para bekas tahanan sudah meninggalkan Iran, dan tiba di Swis hari Minggu (17/01/16) malam.Grafik berikut menunjukkan relasi AS dan Iran mulai 1965 hingga 2015.

Bersamaan dengan pernyataan yang diberikan Obama, Menteri Luar Negeri John Kerry mengumumkan, Washington akan membayar utang sebesar 400 juta Dolar kepada Iran, juga 1,3 milyar Dolar berupa bunga, yang menumpuk sejak tiga dasawarsa lalu.

Kini, hanya sehari setelah pencabutan sanksi, AS menjatuhkan sanksi baru terhadap program misil balistik negara itu. Iran mengecam sanksi baru tersebut dan menyebutnya "tidak legitim". Juru bicara Departemen Dalam Negeri, Hossein Jaber Ansari, menyatakan, "Program misil Iran tidak pernah dirancang untuk mampu membawa senjata nuklir."

ml/yf (twitter, ap, dpa, reuters)

Laporan Pilihan