1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Sanksi Dicabut, Iran Belanja di Eropa

Iran memanfaatkan pencabutan sanksi pasca kesepakatan nuklir untuk membenahi perekonomiannya. Untuk itu Presiden Hassan Rouhani melawat ke Eropa buat menjalin kerjasama bisnis

Iran Hassan Ruhani

Presiden Iran, Hassan Rouhani

Terbebaskan dari sanksi ekonomi, Iran buru-buru menata ulang perekonomiannya dan menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen per tahun. Untuk itu negeri para mullah tersebut membidik investor Eropa dan Asia.

Sepekan setelah Eropa dan Amerika Serikat mencabut embargo ekonomi, Presiden Hassan Rouhani membawa delegasi besar ke Eropa dalam misi menjalin kerjasama bisnis. Bersamanya adalah menteri energi, transportasi, industri dan kesehatan.

"Beberapa kontrak penting akan ditandatangani dalam perjalanan ini, termasuk dengan perusahaan otomotif Peugeot dan Renault," tutur Rouhani di Bandara Mehrabad sebelum bertolak dari Teheran. Kedua raksasa otomotif Eropa itu bukan satu-satunya.

Minggu (24/1/16) silam Menteri Transportasi Iran, Abbas Arkhoundi mengumumkan pihaknya akan menandatangani kontrak pembelian 114 pesawat Airbus selama perjalanan Rouhani di Eropa. "Kami harus memodernisasi armada udara dan juga membeli lokomotif," ujar sang presiden.

"Perjalanan ini dilakukan pada momen historis dan kita harus memanfaatkan atmosfer yang baik pasca kesepakatan nuklir untuk menggenjot pertumbuhan, pembangunan dan prespektif kerja buat kaum muda," imbuh Rouhani.

Awal januari silam Iran memenuhi komitmennya dalam kesepakatan nuklir dengan mengirimkan cadangan uranium yang telah diperkaya ke Rusia. Sesuai perjanjian, Eropa dan Amerika Serikat mencabut sanksi ekonomi dan membuka akses pemerintah di Teheran terhadap cadangan devisa di luar negeri sebesar lebih dari 100 milyar US Dollar.

Infografik Sanktionen gegen Iran Englisch

Berbagai jenis sanksi yang dijatuhkan terhadap Iran. Beberapa diantaranya dicabut menyusul kesepakatan nuklir

Peluang investasi di Iran yang kini terbuka bebas turut mengundang investor Asia. Maskapai penerbangan murah terbesar Air Asia misalnya merencanakan membuka kembali rute penerbangan ke Teheran.

"Kami dulu terbang ke Teheran tapi terpaksa berhenti karena sanksi. Kini kami berencana buat kembali," ujar Presiden Direktur AirAsia, Benyamin bin Ismail. "Saya kira Iran akan menjadi pasar yang besar buat kami," imbuhnya.

Iran membutuhkan investasi luar negeri sebesar 30 hingga 50 milyar US Dollar per tahun untuk mencapai angka pertumbuhan sebesar delapan persen, ujar Rouhani. Untuk itu ia antara lain akan bertemu dengan Presiden Italia, Sergio Mattarella, Presiden Perancis Francois Hollande dan Paus Fransiskus di Vatikan.

rzn/as (afp,rtr)

Laporan Pilihan