1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Sanksi Baru terhadap Iran?

Menteri luar negeri tujuh negara industri dan Rusia yang tergabung dalam kelompok delapan (G-8) di Ottawa, Kanada, menyerukan tindakan final dalam sengketa atom dengan Iran.

(dari kiri) Menlu AS Hillary Clinton, Menlu Perancis Bernard Kouchner, Menlu Kanada Lawrence Cannon, Menlu Rusia Sergey Lavrov dan Menlu Jerman Guido Westerwelle di Gatineau, Kanada.

(dari kiri) Menlu AS Hillary Clinton, Menlu Perancis Bernard Kouchner, Menlu Kanada Lawrence Cannon, Menlu Rusia Sergey Lavrov dan Menlu Jerman Guido Westerwelle di Gatineau, Kanada.

Hingga terakhir masih terbuka apakah peringatan G-8 terhadap Iran akhirnya dilontarkan. Tapi satu hal yang pasti bahwa, sanksi baru akan diberlakukan dalam waktu dekat ini. Stephen Harper, Perdana Menteri Kanada dan ketua G-8, hari Selasa (30/03), menyerukan pemerintah di Teheran untuk segera menghentikan program atomnya dan kembali ke meja perundingan.

Kepada masyarakat internasional Harper mengatakan, "Kami menuntut koordinasi internasional yang kuat dan memberlakukan sanksi terhadap rezim Iran.“

Selain Kanada, Italia, Jepang, dan Jerman, hampir semua negara yang memiliki hak veto di Dewan Keamanan PBB tergabung dalam G-8, seperti Amerika Serikat, Rusia, Inggris dan Perancis. Hanya Cina yang bukan anggota G-8. Rusia belum memutuskan ingin juga mengancam Iran dengan sanksi dalam deklarasi resmi G-8. Tapi secara prinsip, Rusia juga menyetujui kebijakan tersebut.

Sebaliknya, Cina selama ini menolak pemberlakuan sanksi baru terhadap pemerintah di Teheran, tapi kini Cina semakin terdesak. Tujuannya adalah agar pemerintah di Beijing juga ikut serta dalam putaran penyusunan sanksi baru terhadap Iran dan tidak dengan mudah menentangnya di dalam Dewan Keamanan PBB. Menteri Luar Negeri Hillary Clinton di Ottawa bersikap optimis, bahwa Cina juga akhirnya akan ikut serta menyetujuinya. Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle mengatakan, bagaimana agar semua terlibat dalam keputusan ini.

"Dalam tema nonproliferasi nuklir, kita harus berbicara dengan satu suara pada dunia, dan tidak hanya terhadap Iran, karena tidak ada orang di dunia yang ingin satu persatu negara mempersenjatai diri dengan nuklir dan meningkatkan risiko keamanan di dunia,“ kata Westerwelle.

Selain Iran, G-8 menyebut Korea Utara sebagai ancaman keamanan dunia dan mendesak negara itu untuk kembali ke meja perundingan.

Dalam beberapa pekan dan bulan mendatang, perundingan mengenai sanksi baru terhadap Iran berada pada tahapan genting. Apa saja isi sanksi tersebut, masih belum diungkapkan. Tapi dipastikan bahwa sanksi baru tersebut tidak akan hanya meliputi embargo ekonomi.

Sanksi-sanksi baru harus diarahkan kepada mereka yang bertanggung jawab, demikian yang beredar di lingkungan peserta pertemuan di Ottawa, dan bukan mengarah pada seluruh rakyat Iran. Pekan-pekan sebelumnya pemerintah Iran secara besar-besaran mengembangkan program atomnya.

Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad menyatakan ingin mengayakan uranium hingga 20 persen dan mewujudkan secara pernyataannya itu. Jumlah itu terlalu banyak jika hanya untuk program atom sipil – dan bagi masyarakat internasional hal itu merupakan indikasi berikutnya bahwa pemerintah di Teheran ingin mengembangkan bom atom.

Michael Götschenberg/Luky Setyarini

Editor: Ziphora Robina