1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Sang Naga Kembali ke Bumi

Wahana transport "Dragon" milik perusahaan SpaceX kembali ke Bumi setelah menjalankan misi selama 3 minggu. Sebuah sejarah baru, karena untuk pertama kalinya NASA menggunakan wahana swsata untuk pemasokan ISS.

Wahana ulang alik pengangkut barang milik perusahaan Amerika SpaceX mendarat kembali ke Bumi, dengan mengangkut 760 kilogram beban. Mulai dari sampel biologis berupa 84 sampel air seni dan 112 sampel darah para astronot awak stasiun ruang angkasa internasional-ISS, serta sejumlah perangkatvteknik yang sudah dipensiunkan.

Peralatan teknik itu, akan diperiksa apakah menunjukkan gejala kelelahan material atau keausan. Hasilnya akan digunakan untuk program antariksa di masa depan. Wahana Dragon diluncurkan 10 Oktober lalu dengan mengangkut 400 kilogram logistik ke ISS.

Misi Lanjutan

Lembaga antariksa Amerika NASA menghentikan program penerbangan ulang-alik pada pertengahan 2011 karena alasan pembiayaan. NASA menetapkan prioritas baru, penerbangan ke bulan, planet Mars dan lebih jauh lagi.

Dragon SpaceX ISS Landung Raumkapsel Raumtransporter NASA Weltraum Forschung Wissenschaft

Wahana Dragon milik SpaceX sukses mendarat kembali di Bumi.

Dragon dengan begitu merupakan satu-satunya wahana antariksa yang mampu mengangkut bolak-balik hasil riset ilmiah dan logistik dari dan ke ISS dalam volume cukup besar. Setelah penerbangan perdana ini, akan menyusul 11 misi ke luar angkasa berikutnya untuk Dragon. NASA membayar seluruhnya 1,6 milyar Dollar bagi 12 misi pesawat ulang alik SpaceX.

Misi berikutnya akan diluncurkan awal 2013. Sebuah kapsul berawak, diperkirakan akan diluncurkan tahun 2017. Sebuah perusahaan swasta Amerika lainnya, Orbital Sciences Corp saat ini juga sudah mengambil ancang-ancang dengan penerbangan ujicoba.

Rusia dan Eropa Digebrak

Penerbangan antariksa komersial oleh perusahaan swasta Amerika itu terutama menggebrak Rusia. Sebab sejauh ini program ruang angkasa pengangkut Rusia, Eropa dan Jepang hanya berupa sistem sekali jalan. Sementara program antariksa berawak milik Rusia "Sojuz" hanya memiliki kapasitas daya angkut terbatas.

Di Rusia kini semakin kencang tuntutan, agar perusahaan swasta juga diizinkan menanamkan investasi di sektor antariksa yang hingga kini diatur ketat oleh negara.

Direktur lembaga antariksa Rusia Roskosmos, Vladimir Popovkin, menyatakan siap memberikan order kepada perusahaan swasta, untuk sektor terbawah dari rantai produksi.

as/dk (dapd, afp, dpa)