1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Sandy Memutar Angin Pemilu Amerika?

Perdebatan tentang dampak Sandy terhadap hasil pemilu mencuat, di saat tim penolong dan evakuasi di negara-negara bagian kawasan pantai timur AS mulai membersihkan situasi porak poranda yang ditinggalkan Sandy.

epa03453115 A handout photo dated 30 October 2012 and made available 31 October 2012 by Metropolitan Transportation Authority MTA, showing debris lying around at the South Ferry subway station after it was flooded by seawater during Hurricane Sandy, New York, USA. The US East Coast was to start picking up the pieces 31 October 2012 after superstorm Sandy left at least 33 people dead and damage estimated in the billions of dollars. New York Mayor Michael Bloomberg said the largest US city was going back to business and bus routes would be fully reopened Wednesday. The subway would probably take another four or five days to resume operations, he said late Tuesday. Some flights were to also resume. President Barack Obama planned to visit New Jersey Wednesday with the state's governor, Chris Christie, for a first-hand impression of the damage. EPA/PATRICK CASHIN / HANDOUT MANDATORY CREDIT: MTA, HANDOUT EDITORIAL USE ONLY

Dampak Sandy di New York City

Tentu saja diskusi tentang politik dalam negari Amerika Serikat mengenai kemungkinan konsekuensi dari Sandy itu diwarnai taktik kampanye pemilu. Dan di dalamnya juga ada sedikit faktor ramalan.

Tapi angin topan Sandy kini pun sudah mempengaruhi pemilihan presiden di negara Paman Sam tersebut. Sehubungan bencana angin topan itu di negara-negara bagian pantai timur AS, peluang pemilih untuk memberikan suara sebelum digelarnya pemilihan presiden 6 November, praktis mengalami hambatan drastis. Bahkan di negara bagian Maryland ditunda sampai awal pekan.

Juga di Virginia negara bagian yang selama ini tidak didominasi oleh kubu demokrat ataupun republik, banyak TPS untuk pemberian suara lebih awal tutup. Pemilih kubu demokrat cenderung lebih menggunakan opsi pemberian suara lebih awal ketimbang kubu republik.

This handout photo provided by the White Houae shows President Barack Obama receiving an update on the ongoing response to Hurricane Sandy, in the Situation Room of the White House in Washington, Monday, Oct. 29 2012. Participating via teleconference, clockwise from top left, are: Homeland Security Secretary Janet Napolitano; FEMA Administrator Craig Fugate; Rick Knabb, director of the National Hurricane Center; Transportation Secretary Ray LaHood; and Energy Secretary Steven Chu. In Situation Room,, from left are: Clark Stevens, assistant Press Secretary; Emmett Beliveau, director of the Office of the Chief of Staff; John Brennan, assistant to the President for Homeland Security and Counterterrorism; Richard Reed, deputy assistant to the President for Homeland Security; Chuck Donnell, senior director for Resilience; Asha Tribble, senior director for Response; Chief of Staff Jack Lew; Alyssa Mastromonaco, deputy chief of staff for Operations; Press Secretary Jay Carney; and David Agnew, director for Intergovernmental Affairs. (AP Photo/Pete Souza, White House)

Sidang krisis manajemen antisipasi "Sandy"

Pengaruh Minim

Terlepas dari hambatan ini dan kenyataan, seberapa besar dampak angin topan tersebut, serta kemungkinan kebanyakan pemilih di AS pada hari pemilu Selasa (06/11) lebih disibukkan dengan hal-hal lainnya ketimbang menuju TPS, dampaknya saat ini diprediksi relatifi kecil.

"Saya akan sangat terkejut jika hal itu sampai memainkan peran," kata Irwin Collier Profesor pada Institut John f. Kennedy Freie Universität Berlin kepada DW. Waktu sampai hari pemilihan presiden terlalu singkat untuk benar-benar dapat menilai dampak angin topan dan krisis manajemen pemerintah.

Selain itu negara-negara bagian di pantai timur AS bukanlah negara-negara bagian yang menentukan. Pengaruh pada pengumpulan suara lebih terletak di Ohio dan negara-negara bagian lainnya.

Menurut perkiraan, presiden saat ini, Barack Obama dapat menarik keuntungan dalam masa-masa krisis, yang dipandang sebagai bonus dari jabatannya. Hal itu akan memperkuat perhatian media, sementara penantang politisnya terpaksa bersikap pasif.

Tidak ada Kesalahan

Republican presidential nominee Mitt Romney speaks during a campaign rally at the James Koch Farm in Van Meter, Iowa October 9, 2012. REUTERS/Shannon Stapleton (UNITED STATES - Tags: POLITICS ELECTIONS USA PRESIDENTIAL ELECTION)

Mitt Romney di Iowa "09/10)

Keuntungan lainnya juga dapat berlaku bagi Obama jika ia membuktikan diri sebagai manajer krisis yang baik, ditekankan Heinz Gärtner, pakar Amerika Serikat pada Institut untuk Politik Internasional Austria di Wina. "Tapi juga dapat terjadi, bahwa akibat adanya angin topan tingkat pemilih menurun, yang terutama mempengaruhi para pemilih dari kubu demokrat yang banyak diantaranya tinggal di kawasan yang dilanda angin topan."

Selama ini Obama bertindak dengan tepat dan mengerti benar peraturan dasar manajer krisis dalam masa-masa kampanye. "Ia tidak boleh membuat kesalahan, karena kesalahan pada saat ini akan langsung dihukum oleh pemilih," tutur Collier dari Institut John F. Kennedy Freie Universität Berlin.

Sebagai reaksi terhadap angin topan Sandy, Presiden Obama langsung mengalihkan kampanye pemilu kepada krisis manajemen dan kembali ke Washington agar dapat mengambil alih komando manajemen krisis yang dapat dilihat oleh semuanya. Sebelumnya Obama sudah menjanjikan bantuan dan dukungan tidak terbatas Washington bagi semua negara bagian yang terancam angin topan.

"Obama tampil sebagai pimpinan negara dan kini ia juga tidak bisa berbuat lebih dari itu," tambah Collier.

Sebaliknya penantangnya dari partai republik Mitt Romney harus menyerahkan panggung politik kepada sang presiden dan saat ini hanya dapat berdoa bagi para korban bencana angin topan.

Dibandingkan dengan Katrina

Analogi bahwa angin topan Sandy memiliki dampak sehebat banjir Sungai Oder tahun 2002, tidak diperkirakan para pakar. Banjir Sungai Oder sesaat menjelang pemilihan umum Jerman menggenangi sebagian besar kawasan timur Jerman. Krisis manajemen yang cepat dan baik dari kanselir Jerman saat itu Gerhard Schröder sering disebut sebagai salah satu alasan bagi kemenangannya dalam pemilu berikutnya.

Katrina adalah analogi dalam konteks Amerika Serikat bukan banjir Sungai Oder," kata Sebastian Harnisch, Profesor Politik pada Universitas Karls Ruprecht Heidelberg kepada DW. Angin topan Katrina yang tahun 2005 menyapu sebagian besar kawasan Teluk Amerika Serikat, terutama dialami kota New Orleans, dipandang sebagai salah satu bencana alam terburuk negara itu.

Berlawanan dengan banjir Sungai Oder, krisis mananjemen dari presiden AS saat itu, George W. Bush saat terjadinya bencana Katrina dinilai amat buruk.

U.S. President Barack Obama walks to the Oval Office of the White House upon his return to Washington, October 29, 2012. Obama canceled campaign events in Florida and Wisconsin to return to Washington on Monday and monitor the impact and response to Hurricane Sandy, the White House said. REUTERS/Jason Reed (UNITED STATES - Tags: ENVIRONMENT POLITICS USA PRESIDENTIAL ELECTION ELECTIONS)

Jangan sampai Obama "membiarkan korban Sandy dalam hujan"

Menurut Harnisch, politik perlindungan bencana Obama, jika sejauh ini tidak melakukan kesalahan besar, hanya mempengaruhi secara tidak langsung hasil pemilu. Artinya penanganan yang baik akan memperkuat trend saat ini."

Koleganya, Gärtner memperkirakan bahwa Obama belajar dari kegagalan George W. Bush yang saat itu menyalahkan Badan Nasional untuk Perlindungan Bencana FEMA dan berusaha tapil lebih baik. Yang menarik, ujar Gärtner lebih lanjut, "selama menjalankan kampanye pemilu Romney ingin membubarkan FEMA. Hal yang seharusnya menjadi tema bagi demokrat."

Namun itu akan kembali menjadi kegiatan kampanye pemilu rutin. Oleh sebab itu presiden pada saat berlangsungnya upaya bantuan, sebaiknya menahan diri untuk tidak menyinggung tema tersebut.

Laporan Pilihan