1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Saat Reformasi Militer Jerman Semakin Mendekat

Menteri Pertahanan Jerman mengutus sebuah komisi yang terdiri dari pakar militer untuk menghimpun langkah-langkah mereformasi militer Jerman Bundeswehr. Laporannya dipublikasikan Selasa (26/10).

default

Ketua komisi pakar militer Frank-Jürgen Weise (kiri) menyerahkan laporannya kepada Menteri Pertahanan Karl-Theodor zu Guttenberg (kanan)

Komisi reformasi militer Jerman, yang terdiri dari enam pakar militer berbagai fraksi dan dipimpin oleh Frank-Jürgen Weise mempublikasikan laporannya terkait reformasi militer Jerman Bundeswehr. Menurut komisi pakar itu, formasi Bundeswehr di masa mendatang akan berbentuk sebagai berikut, sebanyak 180.000 hingga 190.000 laki-laki dan perempuan tergabung dalam militer karir dan sukarela. Sementara wajib militer sekarang, akan dicabut untuk sementara. Dan, khususnya struktur organisasi di tingkat pengambilan keputusan akan disederhanakan seutuhnya. Sedangkan pembelian alat perang baru dipercepat. Di luar itu, jumlah prajurit Jerman yang ditugaskan di luar negeri sebanyak 7.000 orang, sedikitnya akan dilipatgandakan.

Dengan formasinya yang sekarang, Bundeswehr tidak dapat melakukan semua tugasnya sebagai mitra di dalam NATO dan keterlibatannya di tingkat internasional. Demikian tandas Frank-Jürgen Weise dalam wawancara televisi:

„Hal yang mengejutkan saya adalah Bundeswehr terdiri dari prajurit dan warga sipil yang cekatan dan berkualitas baik, akan tetapi strukturnya tidak memadai.“

Yang dikatakan di sini sebagai tidak memadai terutama adalah struktur kepemimpinan dan pengambilan keputusan, juga di jajaran angkatan darat, udara serta laut. Karena itu, di samping rencana pengurangan jumlah tentara dari 255.000 menjadi 180.000 orang, ketua komisi reformasi militer juga akan melakukan pengurangan pegawai di dalam kementerian pertahanan. Kembali Frank-Jürgen Weise:

„Jumlah staf di dalam kementerian itu terlampau banyak, sehingga sebagian informasi dipalsu atau tidak diteruskan. Sebuah kementerian seharusnya mengikuti logika sebagai tempat artikulasi kemauan politik. Dan menurut pandangan saya, yang diperlukan sebenarnya hanya setengah dari jumlah pegawai yang ada.“

Itu akan berarti, 3.300 pegawai kementerian pertahanan akan dikurangi menjadi 1.600 orang. Jumlah pegawai di tingkat atas pengambilan keputusan akan mengusut drastis. Berdasarkan usulan komisi pakar militer, konsep kementerian pertahanan Jerman harus dirancang ulang dari dasar.

Jumlah tentara sebanyak 180.000 orang yang diusulkan oleh komisi yang dibentuk oleh Menteri Pertahanan Karl-Theodor zu Guttenberg, ingin mempertahankan lebih banyak tentara dari yang ditentukan oleh Guttenberg sendiri yakni 163.000 orang. Menteri Pertahanan Guttenberg menjelaskan:

„Bila kita menginginkan lebih banyak tentara dari yang saya usulkan, maka jaminan terciptanya keamanan akan terbatas. Dan tentara-tentara itu akan memperoleh gaji lebih rendah.“

Lebih banyak tentara, berarti lebih banyak dana yang dibutuhkan. Sedangkan Menteri Pertahanan ingin menghemat anggaran belanja pemerintah Jerman sedikitnya delapan juta Euro.

Di dalam laporannya setebal 114 halaman, berisi langkah-langkah mereformasi Bundeswehr, komisi pakar militer juga mengusulkan agar penambahan alat perang diorganisasi baru. Sering kali alat-alat perang itu baru dipakai setelah tekniknya sudah tidak layak dipakai. Demikian tutur ketua komisi pakar militer Frank-Jürgen Weise:

„Menurut kami, proses persenjataannya juga harus diorganisasi ulang. Terdapat banyak celah dan itu, makan uang banyak.“

Menteri Pertahanan Karl-Theodor zu Guttenberg menyatakan, hasil laporan komisi pakar itu akan diperiksa hingga akhir Januari mendatang.

Richard Fuchs / Andriani Nangoy

Editor: Hendra Pasuhuk

Laporan Pilihan