1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Rusia Tetap Tolak Sistem Anti Rudal NATO

Pemerintah Rusia mengatakan mereka bisa bereaksi dengan cara sendiri terhadap pembangunan sistem penangkal rudal NATO.

Tidak ada tanda-tanda kompromi antara Rusia dan NATO mengenai rencana aliansi militer negara barat itu membangun sistem pertahanan peluru kendali di Polandia.

Beberapa jam sebelum para pejabat senior dari kedua pihak bertemu dalam konferensi pertahanan rudal di Moskow, Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Serdyukov mengatakan dalam jumpa pers yang disiarkan televisi bahwa kedua pihak mengalami jalan buntu. "Kami tidak bisa mencapai solusi yang disepakati bersama," katanya.

Amerika Serikat dan sekutu Eropanya mengatakan bahwa sistem penangkis rudal itu diperlukan untuk mempertahankan diri dari kemungkinan serangan oleh Iran. Negara-negara barat khawatir, pemerintah di Teheran berupaya mengembangkan senjata nuklir.

Moskow keberatan terhadap pembangunan sistem penangkis rudal di Polandia itu, meski sudah diyakinkan berulangkali bahwa sistem itu tidak diarahkan pada Rusia.

Kemungkinan Reaksi dari Rusia

Sejumlah pejabat senior pertahanan Rusia, seperti Kepala Staf Militer (Jend.) Nikolai Makarov, sebelumnya memperingatkan bahwa Moskow bisa bertindak dengan caranya sendiri menyangkut ancaman yang dirasa Rusia. Lebih lanjut Makarov, pemerintah Rusia akan menjawab ancaman itu dengan fasilitas baru militernya.

"Penempatan senjata penyerang baru di kawasan selatan dan barat laut Rusia, termasuk sistem Iskander di Kaliningrad, adalah salah satu kemungkinan opsi untuk menghancurkan infrastruktur sistem Eropa itu," kata Makarov.

"Analisis komprehensif oleh organisasi riset kementerian pertahanan menunjukkan bahwa ketika tahap ketiga dan keempat sudah selesai dibangun, (sistem penangkis rudal NATO – red.) sudah mampu untuk menghalau misil antarbenua Rusia," tambah jenderal itu.

Sistem penangkis rudal NATO telah lama menghantui hubungan antara Moskow dan Washington selama dasawarsa terakhir ini. Presiden AS waktu itu, George W. Bush, yang memiliki gagasan mengenainya.

Sejak Barack Obama naik jabatan menjadi presiden AS tahun 2009 lalu, Rusia berulangkali menolak tawaran untuk bekerja sama dalam proyek itu dengan NATO. 

Aliansi militer barat NATO berencana untuk mengumumkan penempatan tahap pertama sistem penangkis rudal itu pada KTT NATO di Chicago bulan depan.

Luky Setyarini/dpa/afp/ap

Editor: Agus Setiawan