1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Rusia Tarik Sebagian Pasukan dari Perbatasan

Rusia mulai menarik sebagian pasukannya dari perbatasan ke Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin menelepon Kanselir Jerman Angela Merkel dan menyampaikan hal itu.

Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan yang disebarkan kepada kantor-kentor berita menerangkan, mereka sudah menyelesaikan latihan militer di kawasan perbatasan di Ukraina dan menarik satu batalyon militer kembali ke pangkalannya.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin menelepon Kanselir Jerman Angela Merkel dan menerangkan, ia sudah memerintahkan penarikan satu batalyon pasukan militer. Merkel dan Putin juga membahas berbagai langkah untuk "memulihkan stabilitas di kawasan". Langkah Rusia ditujukan untuk meredakan ketegangan dalam krisis Ukraina.

Jurubicara Merkel, Steffen Seibert menerangkan, kedua pemimpin itu "mendiskusikan langkah-langkah selanjutnya untuk mencapai stabilitas di Ukraina dan juga kawasan Transdniestra", sebuah kawasan di Moldovia yang dihuni oleh etnis Rusia. "Mereka sepakat untuk tetap saling kontak", kata Seibert.

Pemerintah Ukraina dan negara-negara barat mengecam Rusia karena mengerahkan pasukan ke kawasan perbatasan. Sekitar 30.000 sampai 40.000 pasukan Rusia diperkirakan berada di perbatasan ke Ukraina timur. Rusia mengatakan, pasukan tersebut berada di sana untuk ikut dalam latihan militer.

Sebagai protes atas aneksasi Krimea, Amerika Serikat dan Uni Eropa menjatuhkan sanksi terhadap beberapa pejabat tinggi dan bank Rusia. Sanksi akan diperluas, jika Rusia tetap mengancam Ukraina dengan pengerahan militer.

Rusia janji naikkan gaji

Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev hari Senin berkunjung ke Krimea. Ia menjanjikan bantuan untuk memperbaiki situasi ekonomi di kawasan itu. Pemerintah Ukraina mengecam kunjungan Medvedev ke kawasan yang dianeksasi oleh Rusia itu dan menyebutnya sebagai tindakan ilegal.

Medvedev menerangkan, Krimea akan menjadi "zona ekonomi khusus". Hal itu diharapkan bisa mendorong masuknya investor ke kawasan dan membangkitkan perekonomian. Medvedev juga berjanji akan menaikkan gaji pegawai negeri dan tunjangan bagi para pensiunan.

"Sebagai hasil bergabung dengan Rusia, tidak satupun penduduk di Krimea yang akan kehilangan sesuatu. Mereka akan mendapat lebih banyak", kata Medvedev dalam pertemuan khusus dengan para pejabat Krimea. "Tujuan kami adalah mengembangkan kawasan ini."

Sebelum melakukan pertemuan dengan pemerintahan regional Krimea, Medvedev berkunjung ke sebuah rumah sakit. Ia berjanji akan segera mengirim peralatan-peralatan baru, termasuk ambulans, untuk rumah sakit itu.

hp/ab (afp, rtr, dpa)

Laporan Pilihan