1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosbud

Ruhrgebiet: Sebuah Pengalaman Sebagai Ibukota Budaya Eropa

Setahun lamanya status Ibukota Budaya Eropa disandang oleh Ruhrgebiet, selama itu lebih dari sejuta orang berkunjung ke berbagai kota di kawasan itu. Tapi apa sekarang yang tertinggal?

default

Sebuah jalan di Duisburg- Marxloh

Dusiburg Marxloh. Sebuah kawasan di wilayah industri Ruhrgebiet di Jerman. Untuk masa yang lama sekali, bagian kota Duisburg ini memiliki reputasi buruk. Tingkat penganggurannya tinggi dan sepertiga penduduknya orang asing.

Awan kelabu yang menyelubungi kota Duisburg kini seakan mulai terangkat, berkat sebuah proyek media bernama „Next Generation“. Sebuah proyek yang diselenggarakan dalam rangka ibukota budaya Eropa, Ruhr 2010 tahun lalu.

Fotografi dan Film, segala sesuatu yang berhubungan dengan kedua bidang ini diajarkan oleh sejumlah profi media yang bergabung di pusat budaya Der Medienbunker. Banyak anak sekolah yang kemudian ikut di dalamnya, karena tahu bahwa dengan bantuan para profi media yang berada di sana, ide-ide mereka sendirilah yang akan direalisasi.

Maxim Stockschläder, seorang pelajar mengatakan, "hobi saya itu emang film dan fotografi. Jadi saya di situ bisa mengembangkan hobi ini, apalagi bekerjasama dengan para profi itu. Banyak lah ilmu dan pengetahuan prati yang luntur ke saya. Proses pembelajarannya sangat besar dalam garapan seluruh proyek-proyek ini”

Beberapa muda-mudi yang aktif, ingin nantinya bekerja di bidang media. Mereka bisa mencoba-coba dan memastikan apakah cita-cita itu betul ingin diraihnya. Bagi para muda-mudi Marxloh, ini adalah peluang besar.

Cennet Rüzgar bercerita, "Saya bersekolah di Marxloh, sudah SMA. Kalau saya bilang ke orang-orang, bahwa saya masuk Gymnasium, mata mereka menjadi besar, menilainya hebat. Tapi bila saya terus bilang bahwa gymnasium itu di Marxloh, mata-mata mereka menyipit sedikit nyinyir. Begitulah Marxloh selalu dipandang negatif, dan itu sungguh sayang. Dengan adanya Medienbunker dan proyek-proyek masa depannya, reputasi Marxloh terangkat. Marxloh tidak buruk, tapi memang penilaian orang seringnya sudah terpengaruh prasangka buruk."

Prasangka buruk dan citra negatif, itulah yang dibongkar oleh sutradara film, Halil Özet, bersama timnya di Medienbunker. Sebaliknya, Marxloh harus menjadi merek, logo pertanda positif. Pada acara puncak Ruhr 2010, makan siang bersama di tengah jalan tol yang diikuti hampir semua kota di Ruhrgebiet. Duisburg-Marxloh tampil sebagai sederetan toko-toko mode busana pengantin di jalur cepat A 40.

Menurut Halil Özet, aksi itu menjadi perhatian media, "Bagi kami Ruhr 2010 merupakan katalisator. Dan kami berhasil mencapai masyarakat luas melalui proyek-proyek, melalui status ibukota budaya, melalui media. Jelaslah kami berhasil menyentuh banyak orang, terutama orang Jerman. Dan kami menginginkan bahwa mereka juga ada di Marxloh.“

Sejak aksi di jalur lintas cepat A 40, 30 pengusaha Turki dari berbagai bidang bergabung. Mereka sadar bahwa citra Marxloh bisa diperbaiki kalau mereka kerja sama.

Reaksi masyarakat di Duisburg Marxloh terhadap dampak Ruhr 2010 tidak semua positif, meskipun masyarakat banyak yang menyukainya,

"Dulu orang-orang selalu hanya mengatakan yang buruk-buruk tentang Ruhrgebiet. Sekarang ada banyak kawasan yang lebih hijau dan banyak juga acara-acara yang digelar, menurut saya ini baik sekali“

"Saya pikir, Ruhrgebiet berhasil menunjukkan sisi yang positif. Juga aksi di di jalur cepat A40, yang kami ikuti, betul-betul heboh“

Usaha membangun identitas Ruhrgebiet yang positif didukung oleh upaya para pentolan di bidang marketing. Jaringan kerjasama yang dibangun bukan hanya dengan masing2 kota, melainkan bersama seluruh kawasan. Sampai kini, keberhasilannya masih terbatas.

Usai Ruhr 2010, Sekolah Musik Duisburg misalnya, masih harus bekerja keras untuk tidak ditutup. Berkat status sebagai Ibukota Budaya Eropa, sekolah musik itu berhasil menunda penutupannya. Namun ke depan, keberlangsungan sekolah itu belum terjamin. Masalahnya, Duisburg dan banyak kota lain di Ruhrgebiet sudah lama bangkrut.

Meski begitu, Ruhr 2010 paling tidak berhasil mengubah cara pandang terhadap kawasan industri Ruhrgebiet. Terutama penduduknya, yang menjadi positif dan aktif.

Andrea Kasiske / Edith Koesoemawiria
Editor: Hendra Pasuhuk