1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Riset Biologi Sintetis Terapi Kanker

Universitas Freiburg di Jerman sejak beberapa tahun terakhir, aktif mendorong para mahasiswanya melakukan riset di bidang ini. Targetnya sudah dicanangkan, yakni membentuk kombinasi baru molekul DNA.

default

Salah satu proses riset pemberantasan sel kanker

Peneliti di Universitas Freiburg pada tahun 2010 ini melakukan penelitian virus yang diharapkan dapat memberantas sel-sel kanker. Virus selalu menyerang sel-sel tubuh manusia atau binatang, dan memanfaatkannya untuk kepentingannya sendiri. Seringkali virusnya berkembang biak di dalam sel dan menghancurkannya.

Para peneliti memikirkan analoginya. Jika virusnya bukan menghancurkan sel sehat, melainkan hanya merusak sel kanker, maka berarti perkembangan penyakit kankernya dapat dicegah. Dengan demikian virus yang direkayasa itu dapat menjadi instrumen pembantu untuk memerangi penyakit kanker, kata mahasiswi Universitas Freiburg, Hanna Wagner.

Virus yang direkayasa tidak berbahaya dan sudah digunakan dalam terapi genetika kedokteran. Juga para pakar kedokteran sudah melakukan uji cobanya, untuk memerangi penyakit kanker. Bagi para mahasiswa berbagai uji coba itu sangat berguna. Sebab hasil penelitian sebelumnya serta buku-buku ilmiah mengenainya dapat dimanfaatkan dalam proyek baru tersebut.

Di satu sisi, hal itu banyak membantu. Namun di sisi lainnya para calon ilmuwan itu tetap harus melakukan berbagai upaya, agar dapat menampilkan sesuatu yang baru dalam bidang biologi sintetis. Volker Morath seorang mahasiswa yang terlibat dalam proyek ini mengungkapkan, “Kami harus melakukan pengembangan berdasar prestasi orang lain, dengan melakukan uji coba mencampur berbagai komponen dan menciptakan sebuah sistem baru. Kami membuat sebuah perangkat baku, yang dapat digunakan oleh ilmuwan lainnya. Dan mereka juga dapat mengintegrasikan ilmunya. Perangkat ini, sosoknya belum ada di alam dan tentu merupakan hal yang menarik."

Perangkat yang dimaksud adalah semacam rancang bangun biologi dengan elemen-elemen baku yang sudah jadi. Dewasa ini, ketimbang menciptakan molekul baru sendiri, para ilmuwan semakin sering memanfaatkan elemen yang sudah jadi.

Kontruksi pembantu untuk menciptakan virus baru, yang digunakan para mahasiswa di Universitas Freiburg, memiliki peluang dapat menarik minat para pengguna lainnya. Bagi para mahasiswa yang terlbat dalam proyek ini, seperti Beate Kaufmann, hal itu merupakan tantangan yang cukup menarik. "Sebagai mahasiswa kami hanya memiliki peluang. Dalam praktikum yang normal kami memang bekerja dengan elemen tersebut. Tapi melaksanakan proyek sendiri, itu merupakan hal baru. Ini sebuah tantangan, yang membuat kami amat senang."

Beate Kaufmann atau para mahasiswa lainnya di Freiburg yang bekerja dalam proyek semacam itu memang tidak selalu meyakini, klaim mereka dapat diterima. Sebab melakukan penelitian menggunakan virus, mengandung berbagai kerumitan dan hambatan.

Virus adalah makhluk hidup yang memiliki sifat tertentu. Juga rancang bangun struktur baru dari virus yang direkayasa oleh para mahasiswa dapat hidup dan berkembang biak. Volker Morath mengungkapkan kesulitan bekerja dengan virus. "Genom virus dalam situasi normal tidak banyak direkayasa atau mencoba melakukan modifikasinya. Di satu sisi, karena genomnya sangat rumit dan sangat kompak, dan karenanya semua memiliki fungsi yang khas. Kami sekarang mencoba melakukan 20 mutasi dalam genom. Dan kami berharap, di hari berikutnya hal itu masih berfungsi. Kami merancang semuanya, agar mutasinya hanya berfungsi dalam kaitan timbal balik. Jika sekarang oleh mutasi ini virusnya merusak diri, berarti semua proyek kami tidak berfungsi."

Jika sukses, virusnya akan mengenali sel kanker dan menyusup ke dalamnya. Artinya, komponen inti dari perangkat baru virus itu ampuh dan berfungsi.

Michael Lange/Agus Setiawan

Editor: Yuniman Farid