1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Ribuan Warga Turut Berbenah di Hamburg Usai G20

Hari Minggu (9/7) ribuan warga Hamburg mulai membersihkan kawasannya dari sisa-sisa kerusuhan, terutama di kawasan Schanzenviertel. Polisi mengatakan, sekitar 10.000 warga berpartisipasi.

Dengan ember dan sapu besar, warga Hamburg dibantu pendatang lain "turun ke jalan" membersihkan sisa-sisa kerusuhan dari aksi protes G20. Terutama kawasan Schanzenviertel, di depan pusat kebudayaan «Rote Flora» terjadi bentrokan keras dengan aparat keamanan, diiringi aksi perusakan dan pembakaran. Warga yang membantu berdatangan dari kawasan lain.

"Kami ingin menunjukkan solidaritas dengan tetangga kami", kata Thorben Harms dari kawasan Barmbek kepada kantor berita Jerman DPA.

Mohamed dan Walaa, pengungsi dari Suriah juga datang membantu: "Kami ingin melakukan sesuatu untuk Hamburg, sebagai tanda terimakasih karena kami sudah diterima di kota ini.

"Kita harus membantu warga yang harus menanggung kerusakan karena acara besar itu", kata Björn Duessler yang datang dari bagian kota lain bersama istri dan anaknya untuk ikut membersihkan jalan.

G20 Gipfel in Hamburg | Aufräumaktion (picture-alliance/dpa/C. Gateau)

Ribuan warga Hamburg ikut "Aksi Benah Kota", Minggu 9 Juli 2017

Bau asap masih sangat terasa sampai hari Minggu. Bangkai mobil yang hangus dan sia-sisa barikade terlihat di pinggir jalan. Beberapa titik api kembali menyala setelah dipadamkan. Di mana-mana pecahan botol dan kaca berserakan.

Kerusuhan kali ini adalah salah satu yang terbesar yang pernah dialami Hamburg sejak puluhan tahun. Banyak warga yang marah dan tidak mengerti, mengapa itu bisa terjadi di kotanya.

"Situasinya seperti perang saudara. Dan kami warga biasa tidak mendapat pertolongan", kata Jörg Müller (43), yang tinggal di Schanzenviertel.

"KTT memang harus dilindungi, itu targetnya. Tapi meninggalkan warga dalam kondisi seperti perang saudara, itu tidak bisa," tambahnya.

G20 Gipfel in Hamburg | Aufräumaktion (Reuters/F. Bimmer)

Warga berdatangan dari bagian kota lain ke kawasan Schanzenviertel,pusat kerusuhan

Banyak warga Hamburg yang berpikir demikian. Mereka mempertanyakan, bagaimana sekelompok perusuh berpakaian hitam-hitam bisa dengan bebas beraksi melakukan pembakaran dan perusakan di depan rumahnya selama berjam-jam, tanpa ada unit kepolisian yang datang?

"Sebenarnya sudah bisa diprediksi, bahwa akan terjadi bentrokan", kata Konstantin (27) sambil menggendong anaknya. Dia tinggal di Schanzenviertel. Para perusuh sempat membuat barikade di depan rumahnya. "Saya betul-betul takut", kata dia.

Neraca bentrokan keras antara polisi dan perusuh: 476 polisi luka-luka, 186 demonstran ditahan, puluhan mobil dibakar. Kerusakan material diperkirakan jutaan Euro. Kanselir Jerman Angela Merkel berjanji membayar kompensasi untuk korban kerusuhan.

"Apa yang saya lihat, sangat mengagetkan dan bagi saya sulit dimengerti", kata Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier yang berkunjung ke kawasan pasca kerusuhan hari Minggu. Dia memuji prakarsa warga Hamburg untuk bersama-sama membersihkan kawasan itu.

hp/vlz (dpa, afp, ap)

 

Laporan Pilihan