1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Ribuan Masih Tunggu Evakuasi di Aleppo

Sekitar 3.000 orang dievakuasi dari kawasan terakhir Aleppo yang dikuasai pemberontak Senin pagi, setelah penundaan berjam-jam. Ribuan lainnya masih menunggu untuk diberangkatkan.

Sekitar 20 bus yang membawa warga Aleppo tiba di lokasi yang sudah disepakati, demikian Dr. Ahmad Dbis, yang memimpin tim dokter dan sukarelawan yang mengkoordinir evakuasi. Kurang dari dua jam setelahnya 25 kendaraan berikutnya tiba. Sehingga Senin pagi (19/12) jumlah orang yang dievakuasikan sekitar 3.000.     

Dbis mengatakan, ia melihat sejumlah keluarga yang membungkus diri dengan selimut untuk menahan dingin turun dari bus dan menerima bungkusan makanan serta botol berisi air minum. Sebelumnya, lebih dari 30 bus yang berisi warga menunggu sepanjang malam dalam suhu di bawah nol untuk meninggalkan Aleppo, berdasarkan kesepakatan evakuasi yang sangat rumit.

Menurut organisasi HAM, Syrian Observatory for Human Rights, hanya 350 orang bisa meninggalkan Aleppo setelah Rusia dan Turki mendesak pemerintah Suriah untuk mengijinkan lima bus melewati pos pemeriksaan terakhir. Bus-bus lainnya ditunda keberangkatannya sampai ratusan orang bisa dievakuasi dari dua desa Syiah di sebelah barat laut Aleppo, al Foua dan Kafraya, yang dikepung pemberontak.

Evakuasi dua desa ke wilayah pemerintah

Organisasi Syrian Observatory melaporkan sekitar 500 orang diangkut dari kedua desa itu Senin dini hari. "Sepuluh bus yang mengangkut sekitar 500 orang sudah meninggalkan dua desa itu dan dalam perjalanan menuju kawasan Aleppo yang dikuasai pemerintah," demikian kepala organisasi itu, Rami Abdel Rahman.

Kesepakatan evakuasi Aleppo diupayakan Rusia, yang jadi sekutu Presiden Bashar al Assad, dan Turki yang mendukung pemberontak. Pelaksanaan kesepakatan itu juga di bawah pengawasan Komisi Internasional Palang Merah. Petugas PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura memperkirakan, sampai Kamis pekan lalu (15/12) sekitar 40.000 warga sipil, dan mungkin sebanyak 5.000 pemberontak berada di bagian Aleppo yang dikuasai pemberontak.

Saat ini diperkirakan ribuan orang masih menunggu untuk diungsikan dari kawasan itu. Banyak orang dilaporkan tidak punya rumah lagi, karena sudah mengungsi di dalam kawasan Aleppo sendiri akibat tambah sengitnya pertempuran dan serangan udara dalam beberapa pekan belakangan.

Militer Suriah unggul dengan dukungan Rusia

Militer Suriah dan sekutu-sekutunya maju dengan cepat mulai 24 November, dan berhasil menguasai kembali sebagian besar Aleppo timur yang berada di tangan pemberontak dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah Suriah unggul berkat dukungan serangan udara yang dilancarkan Rusia di Aleppo timur.

Keberhasilan Bashar al Assad dalam menaklukkan pemberontak di Aleppo adalah kemenangan terbesarnya sejauh ini, dalam perang saudara yang sudah berlangsung sejak 2011. Aleppo dulunya kota terbesar Suriah. Perang di Suriah diawali dengan protes massal terhadap Assad.

ml/vlz (rtr, afp)

Laporan Pilihan