1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Rezim Assad Melanggar Berat HAM

Amnesty International sodorkan bukti baru eskalasi kekerasan di Suriah yakni pembantaian, penyiksaan dan penghancuran rumah. Tentara dan milisi bersenjata pro-rezim bertanggungjawab bagi pelanggaran berat HAM itu.

Tentara dan kelompok paramiliter yang setia kepada presiden Bashar al Assad dituduh melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Demikian disebutkan dalam laporan organisasi pembela Hak Asasi Manusia, Amnesty International (AI) dalam laporan terbarunya menyangkut situasi di Suriah.

"Tentara pemerintah dan milisi bersenjata "Shabiha" melancarkan aksi kekerasan sistematis terhadap warga sipil", papat AI dalam laporannya.

Syrien Unruhen Protest Begräbnis Sarg

Anak-anak dan perempuan juga jadi korban kebrutalan tentara pro rezim Suriah.

Perwakilan Amnesty International (AI), Donatella Rovera menjelaskan dalam pemaparan laporan di London, para petugas AI mengunjungi 23 kota dan desa di barat laut Suriah dari pertengahan April hingga pertengahan Mei. Mereka mengumpulkan pernyataan dari lebih 200 warga.

Warga melaporkan dilakukannya pembunuhan, penyiksaan serta pemusnahan secara terarah landasan kehidupan warga desa. Tentara dan milisi Shabiha pro-Assad membantai hewan ternak dan membakar tanaman siap panen.

"Warga yang dituduh mendukung pemberontak, langsung diciduk dari rumahnya dan dieksekusi di tempat dengan cara ditembak", demikian ditulis dalam laporan setebal 70 halaman itu. Bahkan anak-anak dan perempuan juga tidak diberi ampun. Mereka disiksa atau dibunuh. Tentara dan milisi pro Assad dilaporkan kerap melakukan aksi pembunuhan membabi buta di kawasan pemukiman.

AS/DK(dpa, afp, dapd, rtr)