Resmikan Pelabuhan Wasior, Jokowi Janjikan Pembangunan Bandara | indonesia | DW | 05.04.2016
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Indonesia

Resmikan Pelabuhan Wasior, Jokowi Janjikan Pembangunan Bandara

Pemerintah terus mengembangkan infrastruktur transportasi di titik-titik terluar tanah air. Setelah meresmikan jembatan terpanjang di Maluku, Presiden Joko Widodo meresmikan Pelabuhan Wasior di Papua.

Pembangunan Pelabuhan Wasior di Teluk Mondama, Papua Barat, ditujukan untuk memudahkan mobilisasi masyarakat. "Sehingga masyarakat Aceh dapat pergi ke manapun, yang dari sini pun mau ke Sumatera bisa," ujar Presiden Joko Widodo, hari Selasa (5/4) dalam kunjungannya ke Papua. Selanjutnya, pemerintah juga akan meresmikan pelabuhan laut di Maluku Utara.

Kunjungan ke Papua ini merupakan keempakalinya yang dilkukan Jokowi, setelah sebelumnya pada akhir tahun lalu menjelang pergantian tahun, Mei tahun lalu dan akhir 2014.

Pelabuhan Wasior merupakan bagian dari Tol Laut -- yang berfungsi menghubungkan seluruh kabupaten di Indonesia, meski tahun ini baru dilewati satu rute dari tiga rute Tol Laut.

Tahun depan Presdien Jokowi menjanjikan enam rute baru, dimana pemerintah akan mensubsidi harga tiket sehingga masyarakat bisa memanfaatkannya.

Dalam kunjungannya itu, Presiden Joko Widodo juga menjanjikan pembangunan bandara baru di Papua Barat, tahun depan: "Tahun depan dibangun bandara baru. Tapi, gubernur dan bupati harus menyiapkan lahan."

Berdasarkan laporan dari Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Bandara Margono di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, dianggap kurang memadai., karena hanya memiliki runway sekitar 600 meter dan tak bisa diperpanjang lagi.

Selain itu, di Papua juga akan dibangun jaringan kereta api yang mulai dilaksanakan sekitar kahir tahun ini. Jalur kereta itu ditujukan memudahkan akses transportasi dan distribusi barang.

Menurut Jokowi, hingga awal 2016, pemerintah sudah membangun tujuh bandara baru dan memperbaiki 12 bandara di berbagai daerah, termasuk di Indonesia Timur, untuk mewujudkan pemerataan pembangunan di Indonesia Timur.

ap/rzn(suara/republika)

Laporan Pilihan