1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Reporter Gedung Putih Menang DW Freedom of Speech Award

Presiden White House Correspondents' Association, Jeff Mason, mengatakan ia berharap penghargaan ini akan "menunjukkan pentingnya kebebasan pers di seluruh dunia."

Jeff Mason, presiden White House Correspondents' Association (WHCA), menerima penghargaan tersebut di ajang Global Media Forum DW, Senin (19/6). Ia mewakili para jurnalis yang tugas utamanya adalah melaporkan berita tentang pemerintahan Presiden AS Donald Trump. 

Mason mengatakan, organisasinya "tidak pernah menduga" bisa memperoleh penghargaan DW Freedom of Speech Award.

"Jika penghargaan ini turut membantu mengangkat pentingnya kebebasan pers di seluruh dunia, jika pilihan Deutsche Welle menegaskan fakta bahwa bahkan di negara mapan dan demokrasi pun hak-hak reporter harus diperjuangkan, paka saya dengan rendah hati

Tonton video 01:19

Ia mengakui, sejak terpilihnya Trump bulan November tahun lalu, tantangan bagi reporter WHCA "meningkat secara dramatis." Trump berulang kali menyebut pers sebagai "fake news" dan bahkan menyamakan medis sebagai "musuh warga Amerika."

Dirjen DW Peter Limbourg mengatakan, penghargaan ini adalah "tanda solidaritas dan pemberian semangat bagi kolega yang memiliki tugas seru melaporkan tentang presiden AS dan kebijakannya."

Ketua biro pers Jerman, Bundespressekonferenz, Gregor Mayntz, memuji kolega Amerikanya atas sikap profesional, transparan, dan komitmen untuk memeriksa semua fakta. "Bersatu, jangan pernah menyerah. Karena tantangan bagi demokrasi dan kebebasan berpendapat tidak terbatas pada satu negara," ujar Mayntz.

DW mulai memberikan Freedom of Speech Award dua tahun yang lalu untuk menghargai inisiatif atau individu yang menonjol dalam perjuangannya mempromosikan kebebasan berekspresi dan hak-hak kemanusiaan.

Tahun lalu, penghargaan diserahkan kepada Sedat Irgin, saat itu menjabat sebagai pemimpin redaksi harian Turki Hurriyet, salah satu dari sedikit harian di Turki yang bersuara kritis terhadap pemerintahan setempat. Blogger Raif Badawi meraih penghargaan ini tahun 2015.

Rebecca Staudenmaier (vlz/hp)

Laporan Pilihan