1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Rencana Kehadiran Obama ke Kopenhagen Disambut Berbagai Kalangan

Keputusan Presiden Amerika Serikat Barack Obama untuk menghadiri konferensi iklim di Kopenhagen, Denmark, disambut baik oleh para pemimpin Eropa.

default

Logo Konferensi Iklim Kopenhagen

Menteri lingkungan hidup Swedia Andreas Calgren mengungkapkan kehadiran Obama dalam konferensi iklim yang akan digelar di Kopenhagen, Denmark, Desember mendatang akan meningkatkan harapan atas suksesnya forum akbar itu. Pemerintahan Amerika Serikat sebelumnya mengumumkan bahwa Obama berjanji akan mengurangi emisi gas rumah kaca secara bertahap, dimulai dengan pengurangan sebesar 17 persen emisi hingga tahun 2020. Sementara sekretaris jendral badan Perserikatan Bangsa-bangsa yang menangani masalah iklim, UNFCCC, Yvo de Boer mengungkapkan kehadiran Obama di Kopenhagen sangat penting untuk kesuksesan forum tersebut. Dalam pertemuan di Kopenhagen, Denmark, menurut de Boer, AS harus menetapkan angka konkrit pengurangan emisinya. Sebab de Boer tidak ingin ada rencana alternatif bila kesepakana dalam pertemuan gagal tercapai. „tidak ada plan B atau rencana cadangan bagi kegagalan pertemuan iklim. Hanya ada plan A atau rencana pasti. Dan rencana pasti itu harus siap dilakukan.“

Ditambahkan de Boer dalam konferensi pers yang digelar di Bonn, kemarin: „kini kita telah mendapatkan sinyal yang menguatkan, yang paling baru adalah janji Rusia dan indikasi pemerintah AS yang akan menetapkan target di Kopenhagen. Namun masih ada sejumlah angka yang tidak sesuai dengan tingkat ambisi yang dibutuhkan dunia pengetahuan. Maka dari itu negara-negara industri wajib memberikan dorongan akhir dengan semangat kepemimpinan yang ambisius.“

Peraih Nobel Perdamaian tahun 2007, Al Gore menanggapi kedatangan Obama dalam forum penting itu sebagai perubahan kebijakan AS yang sangat signifikan dalam mengatasi pemanasan global. Obama telah mengambil langkah penting, ujar mantan presiden AS itu. Pemerhati masalah iklim tersebut juga mengungkapkan Senat AS akan mendukung Obama dan mengambil langkah secepatnya untuk menggolkan undang-undang iklim tahun depan, untuk menjamin tercapainya pemecahan krisis iklim.

Perdana Menteri Denmark, Lars Loekke Rasmussen yang sebelumnya bersikap skeptis, menyatakan bahwa kedatangan Obama menunjukkan sikap untuk berkontribusi pada kesepakatan global yang ambisius di Kopenhagen. Meskipun Obama sendiri baru hadir tanggal 9 Desember, dua hari setelah pembukaan forum. Ia juga tidak akan tinggal hingga akhir perundingan, dimana delegasinya diharapkan akan menuntaskan kesepakatan. Obama akan melanjutkan perjalanannya ke Oslo, Norwegia untuk menerima penghargaan Nobel.

Menurut rencana yang disampaikan pemerintah AS, setelah menurunkan emisi gas 17% hingga tahun 2020, AS akan menurunkan emisinya 34% hingga 2025, kemudian pada tahun 2030 sebesar 42 % dan 2050 ditargetkan mencapai 83%. Lebih dari 190 negara akan ambil bagian dalam perundingan iklim di Kopenhagen, Desember mendatang.

Pertemuan penting ini juga akan dihadiri 65 kepala negara dan pemerintahan. Diharapkan akan dicapai kesepakatan iklim baru pengganti Protokol Kyoto yang habis masa berlakunya 2012 mendatang.

(afp/ap/AP/HP)