1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Referendum Catalonia Sempat Kacau, Lebih 90% Pilih Opsi Merdeka

Pelaksanaan referendum di wilayah Catalonia, Spanyol, menyebabkan ketegangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pimpinan Catalonia mengancam akan segera mendeklarasikan kemerdekaan.

Aparat keamanan Spanyol berusaha dengan kekerasan menghalangi pelaksanaan referendum di Catalonia hari Minggu (1/10) dengan mencegah pemilih datang ke tempat pemungutan suara. Suasana sempat menjadi kacau ketika polisi memaksa massa untuk membubarkan diri dan bentrokan pun pecah.

Dilaporkan, sedikitnya 90 orang cidera dan lebih 800 orang membutuhkan perawatan medis, kata otoritas Catalonia.

Perdana Menteri Catalonia Carles Puigdemont (foto artikel) menyatakan, rakyat Catalonia telah "memenangkan hak atas negara merdeka". Sekitar 90 persen pemilih memberikan dukungan untuk opsi kemerdekaan. Dia sebelumnya mengatakan bahwa jika jika opsi "Ya" menang , dia akan menyatakan kemerdekaan untuk Catalonia, yang secara ekonomi menyumbang 19 persen PDB Spanyol.

Desak Uni Eropa

PM Catalonia itu juga mendesak Uni Eropa agar menuntut pemerintah Spanyol menghentikan kekerasan. Ada "cara lain" yang bisa digunakan, kata Puigdemont menyusul tindakan keras polisi menghadaipi referendum. Pemerintah pusat di Madrid menyebut referendum itu „illegal"

Spanien Katalonien Unabhängigkeits-
Referendum Poilzei schreitet ein (picture-alliance/AP Photo/M. Fernandez)

Polisi menghalau massa yang ingin ikut referendum dengan kekerasan

Video yang diposkan di media sosial menunjukkan polisi yang sedang menyeret pemilih dari tempat pemungutan suara dengan menjambak rambut mereka. Polisi juga terlihat menyerang petugas pemadam kebakaran Catalonia, yang sedang melindungi tempat pemungutan suara.

Kementerian dalam negeri Spanyol menyatakan, 33 polisi memerlukan perawatan medis akibat bentrokan tersebut.

Madrid nyatakan referendum ilegal

Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy menegaskan, referendum itu bersifat iegal. "Hari ini belum ada referendum penentuan nasib sendiri di Catalonia," kata Rajoy. Dia juga membela sikap keras aparat keamanan.

Tonton video 02:21

Untuk hari Senin ini (2/10), serikat pekerja dan berbagai asosiasi di Catalonia menyerukan aksi pemogokan di seluruh wilayah. Mereka memprotes "pelanggaran berat hak dan kebebasan," dan meminta warga Catalonia ikut serta dalam mogok massal dan mendesak orang-orang untuk turun ke jalan di Catalonia.

Referendum tersebut diselenggarakan di bawah ancaman tuntutan pidana dari pemerintah pusat, walau begitu ribuan warga Catalan berdiri menentang tekanan dari Madrid itu dan meneriakkan "Votarem" - "Kami akan memberikan suara".

Juru bicara pemerintah daerah Catalonia, Jordi Turull mengatakan, sekitar 2,26 juta pemilih ambil bagian dalam referendum, dengan hasil 2,02 juta suara setuju opsi kemerdekaan dari Spanyol.

hp/as (afp, rtr, dpa)