1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Jelajah Jerman

Redaksi Indonesia "Fit" untuk 50 Tahun Berikutnya

Ketika didirikan, redaksi Bahasa Indonesia targetnya: bangkitkan simpati bagi Jerman, di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia sebagai negara paling berpengaruh di kawasan. Demikian Grahame Lucas, ketua redaksi saat ini.

50 Tahun lalu, tepatnya 30 September 1963 Deutsche Welle mulai memancarkan siaran radio berbahasa Indonesia melalui gelombang pendek. Sebuah keputusan strategis yang diambil Direktur Jenderal Deutsche Welle saat itu, Dr.Hans-Otto Wesemann. Targetnya: membangkitkan simpati bagi Jerman, sebuah negara yang saat itu masih terbagi dua, di negara-negara Asia Tenggara, khususnya di Indonesia sebagai negara paling besar dan berpengaruh di kawasan.

Situasi geo-politik dimasa lalu memang amat berbeda dengan saat ini. Dunia berada di puncak Perang Dingin. Krisis Kuba baru saja berakhir 11 bulan sebelumnya. Sementara presiden Sukarno menjalin poros kerjasama Jakarta, Peking, Pyongyang, Beograd dan Moskow.

04.jpg

Dr. Hans-Otto Wesemann, Direktur Jenderal Pertama Deutsche Welle

Popularitas amat besar diraih "Suara Jerman-Deutsche Welle" di zaman kekuasaan Orde Baru di bawah presiden Suharto. Saat itu, kantor redaksi di Köln kebanjiran 10.000 surat pendengar per bulannya. Bayangkan: saat itu harga perangko ke luar negeri relatif mahal, dan infrastruktur masih dalam tahapan dibangun.

Tapi seiring dengan runtuhnya rezim Orde Baru, pasar media di Asia Tenggara juga berubah amat drastis. Seiring dengan liberalisasi di pasar media, popularitas siaran radio dari luar negeri pelan-pelan memudar. Televisi menjadi medium utama sebagai penyampai berita dan informasi.

Sebuah alasan yang cukup bagi Deutsche Welle untuk menutup siaran radio berbahasa Indonesia lewat gelombang pendek secara linear, yang dipancarkan dari studia kami di Bonn mulai bulan Maret 2012. Sebagai gantinya, kami memproduksi siaran televisi unik seminggu sekali INOVATOR, yang saat ini disiarkan oleh 8 mitra di Indonesia.

Sampai saat ini, kami sudah memproduksi 80 episode siaran televisi berdurasi 30 menit, seputar tema sains, teknologi, riset, lingkungan, kesehatan, pendidikan dan tentu saja tren gaya hidup di Jerman dan Eropa serta dari berbagai pelosok dunia. Dengan INOVATOR kami membuka cakrawala baru bagi pemirsa di tanah air, untuk melihat perkembangan terbaru dalam bidang ilmu pengetahuan, teknik dan lingkungan di Jerman.

Grahame Lucas, pimpinan Redaksi Süd-Ost-Asien (SOA), dimana kini redaksi Bahasa Indonesia bernaung bersama dua redaksi lainnya dari Asia Selatan, Hindi dan Bengali menyatakan: "Pamirsa di Indonesia amat bergairah menyaksikan tayangan bertema sains, teknologi, lingkungan dan gaya hidup dari Jerman dengan penutur berbahasa Indonesia."

Indonesien Programm Screenshot Inovator

Screenshot Inovator, program televisi redaksi Bahasa Indonesia

Secara redaksional, acara INOVATOR juga dilengkapi laman khusus di situs www. dw.de/indonesia atau langsung ke laman www.dw.de/inovator. Di laman ini, tema-tema dalam siaran TV diperdalam dan diperjelas dengan berbagai artikel penunjang secara multimedial. Kami juga mengajak para pemirsa dan user terus berdialog dan menjalin kontak lewat jejaring sosial Facebook dan Twitter.

INOVATOR dirancang dengan kerjasama erat bersama "saudara sekandung" redaksi Indonesia, yakni redaksi Hindi untuk India dan redaksi Bengali untuk Bangladesh. Pimpinan redaksi SOA, Grahame Lucas menekanan: "Sinergi adalah kata kuncinya". Dalam perencanaan siaran, tim dari ketiga redaksi memilah dan menyeleksi bahan siaran dari Deutsche Welle. Atau kami juga membuat liputan sendiri, dengan mengirimkan redaktur dan kameraman meliput tema-tema menarik untuk pemirsa di kawasan target. Kami juga mengundang ilmuwan dan pakar dari negara masing-masing untuk tampil live di studio.

DW 60 Jahre Grahame Lucas

Grahame Lucas

"Tentu saja semua sukses itu hanya dapat diraih lewat kerja keras, motivasi dan kebersamaan tim redaksi", puji pimpinan redaksi SOA. Semua anggota redaksi telah memberikan kontribusinya, untuk membuat masa transisi dari siaran radio ke siaran televisi dapat dilalui dalam waktu amat pendek. "Harus diakui awalnya memang berat, akan tetapi dengan dukungan tim pelatihan dan training internal Deutsche Welle, semua anggota redaksi mempelajari tugas-tugas baru, dan sukses menjalankan tugasnya sebagai redaksi televisi", ujar Lucas menambahkan.

Dengan sukses itu, semangat seluruh anggota redaksi juga bangkit. Target terdekat kami, meraih 100.000 likes Facebook. "Dialog" kami tulis dengan huruf besar, untuk tetap menjalin kontak dengan para pemirsa dan user di tanah air dan di seluruh dunia. Dengan tetap menjalin dialog, Grahame Lucas menegaskan, redaksi Indonesia juga tetap fit untuk menyongsong tugas 50 tahun ke depan.

Laporan Pilihan