1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Olahraga

Reaksi Dunia atas Tewasnya Pesepakbola Indonesia

Berita sepak bola Indonesia mengisi berbagai media di Eropa. Namun bukanlah berita yang menggembirakan, melainkan tragedi tewasnya penyerang Persiraja Akli Fairuz.

Tanggal 10 Mei menjadi pertandingan terakhir bagi Akli Fairuz yang baru berusia 27 tahun. Penjaga gawang PSAP Sigli Agus Rahman gagal mengantisipasi bola tendangan jarak jauh. Dengan cepat Akli menyongsong bola muntah dan menyonteknya masuk ke gawang. Pada saat bersamaan Agus Rahman, yang berusaha mengejar bola, menerjang dan mendarat dengan kaki membentur perut Akli. Akli sempat mendapatkan perawatan di sebuah rumah sakit sebelum akhirnya meninggal pada 16 Mei lalu.

Tragedi tewasnya Akli Fairuz disorot berbagai media di Eropa, lengkap dengan menampilkan video insiden tersebut:

“Footballer dies after horror challenge during Indonesian Premier League match” ditulis harian Inggris Mail Online sebagai judul beritanya.

Mirror dari Inggris mengulas singkat insiden ini dengan judul “Indonesian Premier League footballer dies days after suffering horror tackle”.

Di Spanyol, Marca menurutkan berita ini dengan judul “Una brutal patada acab con la vida de un jugador en Indonesia" (Satu tendangan brutal membunuh pemain di Indonesia).

Dan Media Italia La Gazzetta dello Sport memberi judul video kejadian ini, “Indonesia morto un tackle portiere (pemain Indonesia meninggal diganjal kiper).

Sementara Bild di Jerman melaporkannya dengan judul “Drama in Indonesien - Stürmer stirbt sechs Tage nach Brutalo-Foul“ (Trgaedi di Indonesia – Penyerang tewas enam hari setelah pelanggaran brutal).

yf/vlz