1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Reaksi di Internet Atas Penangkapan Ahmed

Para netizen tanggapi penangkapan remaja Muslim di Texas gara-gara membuat jam digital dengan meme serta video yang kreatif, ironis, kritis dan penuh rasa humor.

Ironis tapi inilah kenyataan di Amerika Serikat, negara dengan teknologi tinggi dan menggembar-gemborkan demokrasi. Saat seorang remaja Muslim berkulit gelap tunjukan karyanya, sebuah jam digital yang dibuat sendiri di rumah, guru yang buta teknologi memanggil polisi. Siswa kelas 9 Ahmed Mohamed langsung diborgol dan dibawa ke kantor polisi. Tuduhannya: membuat bom. Inilah reaksi kreatif para netizen.

Menara jam Big Ben yang terkenal di Inggris dijadikan bahan sindiran oleh seorang netizen dengan lontaran pernyataan : Ya Tuhan! Ada orang yang memasang bom besar di tengah-tengah menara itu !

Majalah teknologi Wired menampilkan gambar sepotong jam wecker dan menulis: Inilah caranya membuat jam di rumah dan ini bukan bom.

Sebuah video juga secara kreatif menayangkan, bagaimana aparat keamanan bereaksi sangat panik menanggapi seorang anak yang membawa jam serta mainan kapal-kapalan.

Atau seorang netizen yang mengenakan sorban berfoto membawa jam, dan menyebut wah saya membawa jam ke tempat kerja saya hari ini.

Atau juga yang memposting gambar lebih keras, dengan menunjukkan dua foto yang dijepret di Texas, yang menunjukan bagaimana remaja kulit hitam Ahmed diborgol, karena membuat jam digital sesuai minatnya pada teknologi, sementara anak kulit putih dipuji walau membawa bedil.

Seorang ilmuwan NASA menunjukkan, bagaimana sosok jam digital yang ia buat, yang akan jadi alat kerjanya di luar angkasa.

Atau seorang netizen wanita perempuan yang menulis, betapa mengerikannya sa dengan jam ini.

Semua komentar, reaksi, video atau karikatur lucu. kritis dan ironis itu menunjukkan betapa kepedulian warga atas ketidak adilan dan rasisme yang masih terus mencuat di negara paman Sam yang mengaku sebagai jagonya demokrasi di seluruh dunia.

Laporan Pilihan