1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Ratusan Lukisan Rampasan Nazi Ditemukan

Seorang Jerman menyimpan ratusan lukisan terkenal rampasan Nazi di rumahnya. Diantaranya lukisan dari Pablo Picasso, Henri Matisse, Marc Chagall dan Max Liebermann.

Di salah satu apartemen ini ditemukan ratusan lukisan rampasan Nazi

Di salah satu apartemen ini ditemukan ratusan lukisan rampasan Nazi

Seorang warga München menyimpan sekitar 1.400 lukisan dan sketsa rampasan rejim Nazi di rumahnya. Lukisan-lukisan terkenal itu selama ini dianggap hilang. Diantaranya puluhan lukisan dari Pablo Picasso, Henri Matisse, Marc Chagall, Paul Klee, Emil Nolde dan Max Liebermann.

Lukisan-lukisan itu dirampas rejim Nazi selama berkuasa dari 1933 sampai 1945, dari para kolektor Yahudi. Para kolektor Yahudi dipaksa menjual koleksi lukisan mereka dengan harga sangat murah atau lukisan mereka dirampas begitu saja setelah dinyatakan sebagai karya seni tidak bermutu.

Menurut majalah berita "Focus", lukisan-lukisan itu ditemukan di rumah seorang warga München Cornelius Gurlitt yang berusia sekitar 80 tahun dan hidup sendiri. Lukisan itu disimpan di samping tumpukan sampah dan makanan kaleng yang sudah kadaluarsa.

Gurlitt sempat diperiksa petugas pajak dalam perjalanan ke Swiss karena membawa uang tunai 9.000 Euro pada tahun 2010. Petugas pajak menjadi curiga dan menguntit pria tersebut. Awal 2012, polisi lalu menggeledah rumahnya dan menemukan lukisan-lukisan itu. Tapi kasus tersebut dirahasiakan polisi sampai akhirnya diungkap majalah "Focus".

Disembunyikan Selama Setengah Abad

Majalah "Focus" memberitakan, ayah Cornelius Gurlitt adalah seorang pedagang dan kolektor lukisan yang cukup terkenal selama Perang Dunia II, Hildebrand Gurlitt. Setelah Nazi naik ke tampuk kekuasaan, ia sempat dipecat dari jabatannya sebagai Direktur Musium Hamburg. Namun karena ia punya jaringan luas di dunia seni, ia akhirnya ditugaskan untuk menjual karya seni rampasan Nazi.

Rejim Nazi menyita dan menyimpan ribuan lukisan milik warga Yahudi selama perang. Hildebrand Gurlitt lalu menyembunyikan lukisan-lukisan tersebut setelah perang. Kepada pihak berwenang ia mengatakan, semua lukisan sudah hancur terbakar dalam serangan bom selama perang. Ternyata ia mewariskan barang-barang berharga itu kepada anaknya.

Cornelius Gurlitt sempat menjual beberapa lukisan di Jerman dan Swiss dan hidup dari uang penjualan itu. Ketika polisi menyita lukisannya, ia tidak melakukan perlawanan. Barang-barang tersebut saat ini disimpan di kantor pajak Garching. Seorang ahli sejarah seni ditugaskan memeriksa keasliannya.

Menurut pengamat hukum, jika pemilik lukisan-lukisan itu tidak bisa diidentifikasi lagi, maka karya-karya tersebut harus dikembalikan kepada pemiliknya yang sekarang. Ia mungkin hanya menghadapi gugatan penggelapan pajak.

hp/ml (dpa, afp)

Laporan Pilihan