1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Olahraga

Ratu Tenis Baru Jerman di Wimbledon

Sabine Lisicki menjadi bintang tenis baru setelah prestasinya yang memukau di Wimbledon. Ia membuat kejutan dengan menaklukkan pemain-pemain unggulan, termasuk Serena Williams.

Mereka memanggilnya "Bum Bum Bine" atau "Doris Becker" - penampilan Sabine Lisicki di ajang Wimbledon mendulang banjir simpati dari publik Inggris yang dikenal sulit. Mungkin lantaran pemain 23 tahun ini juga merasa Wimbledon adalah sesuatu yang istimewa bagi dirinya. "Saya suka sekali bertanding disini", ujar Lisicki. "Dukungan yang begitu besar adalah hal yang luar biasa."

Satu demi satu pemain unggulan disingkirkannya. Lisicki secara mengejutkan mengkandaskan Serena Williams di babak perempat final. Williams tidak hanya menempati peringkat pertama dunia, namun juga belum terkalahkan dalam 34 pertandingan terakhir. "Korban" Lisicki selanjutnya adalah Agnieszka Radwanska yang juga berperingkat lebih baik. Untuk pertama kalinya sejak Steffi Graf di tahun 1999, petenis putri Jerman berhasil mencapai final di turnamen Wimbledon.

Lisicki dan Wimbledon penuh kenangan manis. Ini bukan pertama kalinya ia membuat kejutan di Wimbledon. Peringkat 23 dunia ini juga pernah lolos ke babak semifinal di tahun 2011.

Latar Belakang Polandia

Orangtua Lisicki berasal dari Polandia dan pindah ke Jerman sebelum kelahiran anaknya. Ayah Richard adalah seorang ahli sejarah yang bekerja di Köln sebagai guru tenis, ibunya Elisabeth seorang seniman. September 1989 Sabine dilahirkan di kota Troisdorf dekat Köln. Ia mulai belajar tenis dengan ayahnya di usia 7 tahun.

Tennisspielerin Serena Williams

Serena Williams takluk di tangan Lisicki

Setelah lulus sekolah menengah atas, ia mulai bermain secara profesional. Tahun pertamanya sebagai pemain profesional adalah di musim 2006. Keberhasilan pertamanya baru tercapai tahun 2008, saat ia lolos babak kualifikasi di Australian Open. Oktober 2008 di Taskent Uzbekistan ia pertama kali bermain di babak final.

Setengah tahun setelahnya, ia merayakan kemenangan pertamanya di Charleston (AS). Namun, walau Lisicki sejak bertahun-tahun terus berada di peringkat 40 besar dunia, kecuali saat dilanda cedera, ia tidak memiliki banyak gelar juara. Setelah Charleston, ia baru menang dua kali di tunggal dan dua kali di ganda.

Rumah di Florida

Kebanyakan waktunya, ia habiskan di Florida untuk berlatih di kamp milik Nick Bollettieri. Setiap turut serta dalam sebuah turnamen, ia hampir selalu didampingi pelatih, ahli terapi fisik dan orang tuanya. "Bagi saya ini hal penting. Kami semua tinggal di satu rumah. Kami memasak dan makan bersama. Sangat menyenangkan", kata Lisicki. "Dukungan seperti itu sangat membantu saya dan mungkin ini alasan permainan saya terus membaik."

Babak final Sabtu (06/07/13) adalah yang kedua kalinya dalam 45 tahun sejarah Wimbledon dimana dua petenis putri yang saling berhadapan belum pernah meraih gelar grand slam satu pun.

Laporan Pilihan