1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Rasmussen: "Afghanistan Tidak Akan Diabaikan"

Penarikan pasukan dari Afghanistan tetap pada akhir 2014. Ini pesan utama Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen dalam pembicaraan dengan Deutsche Welle. Namun, tentara NATO tetap bisa diandalkan di negara itu.

Deutsche Welle: Bapak Rasmussen, sampai musim panas 2012 Anda menjabat sebagai Sekjen NATO. Dua bulan setelahnya tentara terakhir akan meninggalkan Afghanistan. Apakah Anda yakin, bahwa misi NATO dan juga misi pribadi Anda akan tercapai?

Rasmussen: Ya, saya optimis angkatan bersenjata Afghanistan siap mengambil alih tanggung jawab bagi seluruh negeri hingga akhir 2014.

Tahun ini saja sudah lebih dari 50 tentara NATO yang tewas di tangan polisi Afghanistan atau anggota militer Afghanistan. Angka yang disebut sebagai "serangan insider" terus bertambah. Berdasarkan fakta ini, bisakah NATO berpegang pada jadwal awal untuk keluar dari Afghanistan?

Tentu serangan insider ini adalah masalah serius. Karena ini mengganggu rasa percaya antara pasukan internasional dan pasukan keamanan Afghanistan. Tapi taktik permusuhan ini tidak akan berhasil. Kami telah melakukan berbagai cara untuk mencegah serangan berikutnya. Di antaranya pemeriksaan lebih ketat dalam perekrutan tentara baru dan agen ganda. Jika perlu, kami juga tidak akan segan mengambil langkah-langkah lain. Kami bertahan dengan strategi kami dan rencana kami untuk menghentikan misi ISAF hingga akhir 2014.

Banyak lembaga swadaya masyarakat yang memprediksi, Afghanistan akan kembali terjerumus dalam perang saudara. Anda sendiri memperingatkan akan kehancuran pemerintah pusat di Kabul. Berdasarkan skenario mengerikan ini, apa yang akan dilakukan NATO setelah 2014?

Pertama-tama, saya ingin menegaskan bahwa saya tidak sependapat. Saya sadar, masih banyak yang harus dilakukan dan masih banyak tantangannya. Tapi secara keseluruhan kami mengalami kemajuan. Dalam hal masalah keamanan, serangan berkurang. Perkembangan di negeri ini adalah pertumbuhan ekonomi dan perbaikan di sistem pendidikan. Layanan medis juga membaik. Angka kematian anak berkurang, perkiraan umur warga meningkat. Kami tidak akan meninggalkan Afghanistan begitu saja. Kami akan memenuhi misi tempur hingga akhir 2014, tapi setelahnya kami tetap berada di sana dengan misi pelatihan militer yang dipimpin NATO. Kami akan terus mendukung pasukan keamanan Afghanistan untuk memastikan bahwa kemampuan mereka terjaga dan mampu mengambil alih tanggung jawab keamanan di seluruh Afghanistan.

Misi baru NATO di Afghanistan adalah ITAAM (International Training Assistance and Advisory Mission). Apakah ini akan menjadi misi pelatihan dan pendukung murni, atau bisakah mengandalkan tentara yang terlibat untuk turut berperang jika diperlukan?

Misi perang tidak akan ada. Ada pemisahan jelas antara misi perang ISAF saat ini dan misi pelatihan yang baru. Tentara Afghanistanlah yang akan berperang. Kami berfokus sebagai pelatih, pendukung dan penasihat bagi pasukan keamanan Afghanistan. Kami tentu harus memastikan, bahwa pelatih kami bisa bekerja di wilayah yang aman. Kami harus bisa melindungi mereka secara efektif. Pastinya belum diputuskan. Kami masih dalam fase awal proses perencanaan. Tapi sudah pasti tidak akan menjadi misi tempur.

Apakah perencanaan awal ini juga mempertimbangkan perlu tidaknya mandat PBB bagi misi baru tersebut?

Tidak, kami belum sampai pada tahap tersebut.

Apakah Anda menginginkan mandat PBB?

Mandat PBB tentu hal yang luar biasa. Tapi berdasarkan hukum intrenasional cukup sebuah undangan dari pemerintah Afghanistan. Jika setelahnya kami mendapat mandat resmi dari PBB, seperti saat ini, tentu hal yang luar biasa.

Pemerintah Afghanistan menolak memberikan imunitas terhadap tuntutan hukum Afghanistan, bagi tentara NATO setelah 2014. Namun, negara-negara anggota NATO menuntut hal tersebut. Apakah perseteruan ini bisa membahayakan misi baru NATO?

Masalah hukum harus diselesaikan. Hingga kini kami belum bisa mengambil keputusan. Akan ada pembicaraan antara kami dan pihak Afghanistan dan kami harus menyelesaikan masalah hukum ini. Jika tidak, akan ada masalah dalam penempatan para pelatih di Afghanistan.

Pertanyaan diajukan Christian Trippe, pimpinan studio DW di Brussel.

Laporan Pilihan