1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Raja Thailand Bhumibol Tutup Usia

Kematian Bhumibol Adulyadej menempatkan Thailand dalam posisi pelik. Sang raja selama ini selalu menjadi sandaran di tengah kisruh politik di Bangkok. Kepergiannya menyisakan rakyat yang terbelah.

Raja Thailand Bhumibol Adulyadej meninggal dunia di usia 88 tahun setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Kematiannya mengakhiri tujuh dekade masa kekuasaan monarki paling panjang di dunia. "Ia meninggal dunia dalam damai di rumah sakit Siriraj," tulis kantor rumah tangga istana kepada publik.

Selama tahun-tahun penuh ketidakpastian politik yang diwarnai dengan aksi kudeta dan pergolakan sipil, Bhumibol menjadi figur penyatu dan pengawal stabilitas Thailand. Kematiannya kini menyisakan duka mendalam dan kekhawatiran akan masa depan negeri jiran tersebut.

Kekuasaan monarki Thailand banyak dilucuti ketika Bhumibol naik tahta tahun 1946 saat masih berusia 18 tahun. Ia banyak menghabiskan masa kecilnya di Swiss. Pada awal kekuasaannya, Bhumibol lebih mengenal Eropa ketimbang tanah kelahirannya sendiri.

Tonton video 00:41

Raja Thailand Sakit, Rakyat Pakai Baju Pink

Namun kendati begitu ia berhasil membangun reputasi sebagai otoritas moral tertinggi di Thailand. Tidak jarang ucapannya dianggap lebih suci ketimbang konstitusi. Satu kalimat dari Bhumibol bisa membunuh karir seorang politisi yang sedang naik daun. Betapapun panasnya gejolak politik di Bangkok, rakyat selalu bisa bersandar pada kata-kata sang raja.

Kendati berpengaruh, Bhumibol jarang melibatkan diri pada pertarungan politik di Bangkok. Terakhir kali, ia memaksa Perdana Menteri Anand Panyarachun agar berdamai dengan rival politiknya ketika perserteruan kedua kubu telah menelan ratusan nyawa demonstran tahun 1992. Sejak saat itu Bhumibol lebih banyak menggunakan pengaruhnya secara tidak langsung untuk mengawal kisruh politik di Bangkok.

Kini setelah kematiannya, Thailand terancam kehilangan figur monarki yang bisa menjadi sandaran di masa-masa ketidakpastian. Pangeran Vajiralongkorn yang saat ini berusia 62 tahun dinilai tidak memiliki popularitas sebesar ayahnya.

rzn/as (afp,dw)

Laporan Pilihan

Audio dan Video Terkait