1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Radiasi Fukushima Pada Batasan Normal

Pakar organisasi kesehatan dunia WHO nyatakan radiasi nuklir dari PLTN Fukushima Daiichi yang hancur akibat tsunami setahun lalu berada pada kisaran ambang batas yang diizinkan.

Pancaran radioaktif di kawasan PLTN Fukushima rata-rata amat kecil dan di bawah ambang batas aman 10 Milisievert yang ditetapkan WHO. Juga untuk keseluruhan Jepang tidak tercatat pancaran radiasi di atas ambang batas aman. Rata-rata kadar radiasinya antara 0,1 hingga 1 Milisievert.

Hanya di dua lokasi di prefektur Fukusihma terdata pancaran radiasi di atas batas normal, lapor WHO Rabu (23/5). Di kota Name dan Itate yang berjarak sekitar 30 kilometer dari PLTN Fukushima tercatat dosis pancaran radiasi antara 10 hingga 50 Milisievert. WHO menyebutkan dosis 50 Milisievert adalah paparan maksimal dalam setahun bagi para pekerja di PLTN.

Laporan itu juga menyebutkan, dosis tinggi radiasi yang tercatat di luar Fukushima, diduga terjadi akibat warga mengkonsumsi makanan atau air yang terpapar radiasi. Sejauh ini kadar cemaran radiasi nuklir di kawasan evakuasi pada radius sekitar 20 kilometer dari PLTN Fukushima tidak diukur, karena penduduk di kawasan itu sudah dievakuasi dengan cepat. "Jadi tidak ada potensi bahaya cemaran radiasi pada manusia", ditegaskan laporan WHO.

Laporan panel ahli WHO itu disusun berdasarkan data yang masuk hingga September 2011, terkait kadar radioaktif pada tanah, air dan udara di sekitar prefektur Fukushima dan di seluruh Jepang.

AS(dpa,afp,rtr)