1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pussy Riot Hadapi Pengadilan Banding

Pussy Riot Senin (01/10) ini akan menjalani proses di pengadilan banding di Moskow. Mereka sebelumnya divonis hukuman 2 tahun penjara, akibat aksinya misa punk di sebuah gereka Ortodox penting di Rusia.

Ketiga pemusik perempuan dari Rusia itu, dengan aksinya hendak memprotes presiden Vladimir Putin. Vonis hukuman, dikritik tajam dunia internasional. Proses pengadilan banding direncanakan digelar Senin (01/10) petang waktu Moskow.

Para pengamat memperkirakan, proses bisa berlangsung singkat dan vonis dijatuhkan hari ini juga. Akan tetapi, tidak ada yang berani memastikan hal itu. Diduga para hakim pengadilan banding tidak akan mengulang vonis dari instansi  tahap pertama, dan menjatuhkan keputusan sendiri yang lebih ringan.

Tapi Mark Feign, salah seorang dari 3 pengacara Pussy Riot dalam wawancara dengan stasiun radio Jerman ARD biro Moskow mengatakan : "Kami memang mengharapkan perubahan vonis. Tapi tidak berharap terlalu muluk. Diduga, vonis dari instansi pertama akan tetap berlaku, namun bentuknya diubah."

Pengacara di Moskow itu menyebutkan, diduga kliennya akan tetap dituduh bersalah melakukan kegaduhan bermotiv kebencian agama. Tiga perempuan anggota band punk Pussy Riot masing-masing, Nadezhda Tolokonnikova (22), Maria Alyokhina (24), dan Yekaterina Samutsevich (30),  pada bulan Februari lalu menggelar "misa punk" di Katedral Ortodox di Moskow, untuk mengecam kepala pemerintahan ketika itu atau presiden saat ini, Vladimir Putin.

Perwakilan pimpinan gereja Ortodox Rusia menyebutkan, aksi semacam itu harus dipandang sebagai kejahatan yang harus dihukum. "Aksi itu melecehkan tempat suci dan melukai dengan kasar perasaan umat kami." tegas pernyataan gereja ortodox Rusia.

Kasus Pussy Riot itu hanyalah menegaskan sejumlah pengalaman sebelunnya, barang siapa menentang sistem Putin, mereka akan segera mendarat di penjara. Sementara ini, sebuah ormas remaja pro pemerintah Putin, menawarkan hadiah uang bagi penangkapan enam anggota band punk Pussy Riot lainnya yang menyembunyikan diri.

Matthias Reiche + (rtr,dpa)