1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Produsen Mebel Jerman Optimis di Tahun 2010

Bersamaan dengan dimulainya pameran mebel internasional di kota Köln, industri mebel Jerman menarik neraca tahun 2009 dan harapan di tahun ini.

default

Setelah krisis ekonomi global tahun 2009, pameran internasional pertama di kota Köln sepertinya akan berjalan dengan mulus. Lebih dari 1000 peserta dari 51 negara telah mendaftarkan diri untuk Pameran Mebel Internasional. Ini 1 persen lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Di Jerman, industri ini sepertinya tidak mengalami dampak yang terlalu besar dari krisis tahun lalu. Sekitar 30 milyar Euro telah dibelanjakan oleh warga Jerman untuk mebel dan dapur, serta 6 milyar Euro untuk karpet, tekstil dan pernak-pernik. Ini bahkan lebih besar dari pengeluaran di tahun 2008. Pasar mebel berhasil memenangkan persaingan dalam memperoleh bagian anggaran belanja konsumen. Menurut Thomas Grothkopp, juru bicara perhimpunan perdagangan mebel Jerman, ini menyebabkan pasaran mebel tidak begitu terpengaruh dengan situasi krisis. Bahkan tanpa bantuan subsidi pemerintah, seperti subsidi khusus bagi sektor otomotif. "Sejujurnya, kita memang tidak bisa membandingkannya seperti itu. Tetapi bisa diajukan dalam bentuk pertanyaan. Seperti : Akankah Anda membeli dapur dan mebel ataukah Anda akan menggunakan subsidi untuk membeli mobil baru? Dari pertanyaan ini akan diketahui, bahwa banyak yang menggunakan subsidi untuk membeli mobil, tetapi mereka juga mengeluarkan uangnya pada sektor kami."

Untuk tahun 2010, Grothkopp sudah cukup senang jika ke 9400 toko mebel dan interior di Jerman dengan 100 ribu pegawainya bisa mencapai omset yang sama dengan tahun sebelumnya. Berbeda dengan di bidang penjualan, para produsen mebel dan dapur di Jerman tahun lalu mengalami masa yang sulit. "Tahun 2009, minus yang kami peroleh mencapai sekitar 10 persen.", demikian Dirk-Uwe Klaas, pimpinan perhimpunan industri mebel Jerman. Namun dibandingkan cabang industri lainnya yang rata-rata kehilangan omset 20 persen, situasi mereka masih lebih baik. Dan sudah merupakan hal yang diperkirakan dalam masa krisis ekonomi, permintaan mebel bagi kantor dan toko berkurang hingga 17 persen. Angka yang sama juga dialami oleh permintaan dari luar negeri. Kini Dirk-Uwe Klaas mengharapkan adanya perubahan tren. "Kami optimis, dalam pasaran ekspor masa sulit telah berlalu dan tahun 2010 kita akan kembali meraih kesuksesan seperti pada tahun 2008 dimana kami berhasil mencapai tingkat pertumbuhan puluhan poin."

Klaas meramalkan perubahan omset bisa mencapai plus minus 3 persen. Kasus terburuk yang bisa terjadi adalah jika angka pengangguran terus bertambah. Tetapi industri mebel Jerman berharap, sikap konsumen dalam negeri tidak berubah dan bersamaan dengan itu bisnis ekspor pun bisa kembali berjalan seperti biasa.

Rolf Wenkel / Vidi Legowo-Zipperer

Editor : Dyan Kostermans