1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Presiden Trump Kirim Pasukan Tambahan ke Afghanistan

Presiden Trump berganti posisi soal Afghanistan dan mengumumkan pengiriman pasukan tambahan AS ke kawasan itu. Selama kampanye, Trump pernah berjanji menarik seluruh pasukan dari Afghanistan.

Presiden AS Donald Trump dalam pidato resminya kepada publik mengakui, "di belakang meja di Oval Office" segala sesuatunya tampak berbeda. Selama kampanye pemilu presiden yang lalu, Trump sebenarnya mengecam pengiriman pasukan ke Afghanistan sebagai pemborosan waktu dan uang dan berjanji akan mengakhiri perang AS di sana dan segera menarik seluruh pasukan pulang.

"Naluri saya adalah untuk menarik keluar," kata Trump ketika berbicara tentang perang melawan teror di Afghanistan yangtelah menewaskan ribuan tentara AS dan membebani pembayar pajak AS dengan triliunan dolar.

Namun setelah berbulan-bulan berunding, Trump akhirnya mengatakan bahwa dia telah menyimpulkan "konsekuensi dari penarikan (pasukan) yang cepat dapat diperkirakan dan itu tidak dapat diterima" karena akan meninggalkan "kekosongan" yang "akan segera terisi" oleh teroris.

Afghanistan Helmand 2012 - US Marines (Getty Images/AFP/A. Berry)

Pasukan marinir AS di Afghanistan

Namun Trump menolak menyebutkan jumlah pasukan yang terperinci. Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan bahwa dia telah memberi instruksi pada menteri pertahanan agar menyiapkan sekitar 3.900 tentara untuk diberangkatkan ke Afghanistan.

Pejabat itu memperingatkan, pendekatan yang sekarang akan lebih pragmatis daripada idealis. Bantuan keamanan ke Afghanistan "bukan cek kosong" katanya. Dia menegaskan, tidak akan mengirim militer ke luar negeri untuk kepentingan"membangun demokrasi di tanah yang jauh atau menciptakan demokrasi menurut citra kita sendiri."

"Kami bukan mengurus pembangunan bangsa, kami membunuh teroris," katanya.

Pengiriman pasukan AS ke Afghanistan dimulai tahun 2001 setelah serangan teror 11 September untuk memburu kelompok teroris Al Qaeda. Namun kini, misi pasukan AS adalah mempertahankan negara dengan sistem demokrasi terhadap serangan-serangan brutal kelompok Taliban.

US- und afghanische Soldaten in Afghanistan (Getty Images/AFP/W. Kohsar)

Militer AS sekarang kebanyakan terlibat dalam pelatihan dan pendidikan pasukan Afghanistan

Menanggapi rencana penambahan pasukan AS di Afghanistan, kelompok-kelompok militan di wilayah itu mengancam akan menjadikan Afghanistan "sebuah kuburan besar" bagi serdadu Amerika Serikat. Mereka menyatakan akan dan akan melanjutkan "jihad" selama tentara Amerika masih hadir di Afghanistan.

"Jika Amerika tidak menarik pasukannya, Afghanistan segera akan menjadi kuburan baru bagi negara itu," kata Zabiullah Mujahid, juru bicara Taliban di Afghanistan dalam sebuah pernyataan.

Trump juga mengeritik Pakistan yang menurutnya terlalu lunak terhadap kelompok-kelompok militan.

"Kami telah membayar miliaran dan miliaran dolar untuk Pakistan, tapi pada saat yang sama, (Pakistan) mereka dekat dan dibeberapa tempat mendukung terori," katanya.

hp/ (afp, rtr, dpa)

 

Laporan Pilihan