1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Presiden Perancis Hollande Berkunjung ke Amerika Serikat

Presiden Perancis Francois Hollande disambut dengan upacara kenegaraan di Amerika Serikat. Persahabatan Perancis-AS punya sejarah panjang, ditandai dengan hadiah patung Liberty tahun 1886.

Presiden AS Barack Obama menyambut Francoise Hollande hari Senin sore (10/01) dan langsung terbang dengan pesawat kepresidenan Air Force One menuju ke Monticelli di negara bagian Virginia.

Ada alasan tersendiri mengapa kedua kepala negara berada di Monticelli. Mereka berkunjung ke rumah Thomas Jefferson, salah satu penyusun deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat dan menjadi presiden ketiga. Jefferson juga pernah menjadi duta besar Amerika Serikat untuk Perancis dan berperan besar dalam hubungan kedua negara.

Hollande menyebut Jefferson sebagai "hadiah terbaik" bagi persahabatan Amerika-Perancis. Ia juga menyebut nama warga Perancis Marquis de Lafayette, yang berjuang bersama pasukan pimpinan George Washington untuk kemerdekaan AS.

"Kami adalah aliansi pada masa Jefferson dan Lafayette. Kami kami tetap menjadi aliansi hari ini. Kami adalah sahabat pada masa Jefferson dan Lafayette, dan kami akan tetap bersahabat untuk seterusnya", tandas Hollande.

Sejarah panjang

Hubungan Washington dan Paris punya sejarah panjang. Untuk peringatan 100 tahun kemerdekaan AS, rakyat Perancis mengumpulkan uang untuk pembuatan patung Liberty, yang kemudian dihadiahkan kepada Amerika Serikat dan diresmikan tahun 1886.

Hubungan Amerika Serikat dan Perancis kini membaik, setelah sempat renggang karena sengketa diplomatik dalam perang Irak, ketika Perancis bersama Jerman menolak invasi militer.

Kunjungan resmi tiga hari Francois Hollande di Amerika Serikat punya beberapa agenda penting, terutama politik keamanan internasional dan hubungan dagang kedua negara.

"Fokus utama hubungan Perancis-AS saat ini adalah kiprah mereka untuk keamanan inmternasional", kata pengamat politik Christopher Chivis dari tangki pemikir RAND.

Hubungan membaik

Perancis dan Amerika Serikat terutama bekerjasama untuk menstabilkan Afrika. Perancis memainkan peran kunci dalam penggulingan Muammar Gaddafi di Libya dengan melakukan serangan udara. Di Mali, pasukan Perancis dikerahkan untuk menghalau kelompok militan Islam yang dekat dengan Al Qaida.

"Bagi Amerika Serikat, Perancis adalah mitra yang sangat penting dalam perang melawan terorisme", kata Chivis.

Presiden AS Barack Obama berulang kali menekankan betapa pentingnya kemitraan dengan Perancis. Menghadapi perang Suriah, Perancis memang menjadi salah satu aliansi terdekat AS, yang siap melakukan serangan militer, jika diperlukan. Padahal, Inggris yang biasanya menjadi pendukung Amerika, menolak opsi militer.

Hubungan kedua negara sempat terganggu dengan isu penyadapan NSA. Presiden Hollande mengeritik penyadapan komunikasi para pejabat tinggi Perancis. Tapi insiden itu tidak sampai mengganggu hubungan pribadi Hollande dan Obama.

Laporan Pilihan