1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Presiden Lula da Silva di Berlin

Tema kerjasama bilateral, non-proliferasi senjata nuklir, perlindungan iklim dan sepakbola menjadi materi diskusi kedua kepala negara Brazil dan Jerman, Kamis (03/12).

default

Presiden Brazil dan Kanselir Jerman di Berlin.

Kisah-kisah sepakbola tak bisa ditiru, tapi orang bisa belajar banyak darinya. Begitu kira-kira suasana yang mewarnai kunjungan Presiden Brazil Lula da Silva ke Jerman. Sejumlah kesepakatan kerjasama ditandatangani, antara lain, bahwa Jerman akan membantu mensukseskan Pertandingan Piala Dunia Sepakbola tahun 2014 di Brazil. Persisnya, turut mendukung agar peristiwa berlangsung meriah, terorganisasi dengan baik, dan yang paling utama, berjalan dengan damai. Seperti pada Pertandingan Piala Dunia di Jerman pada tahun 2006.

Secara khusus Brazil ingin menerapkan konsep de-eskalasi kekerasan yang dikembangkan kepolisian Jerman, dan banyak dipuji secara international. Sejumlah hal terkait, seperti acara Public Viewing atau nonton bareng di jalan-jalan atau di lapangan, juga merupakan materi budaya yang kini dapat diekspor, begitu ungkap Kanselir Jerman Angela Merkel. Tambahnya, "Dulu orang mengatakan, bila ada sejuta orang di satu tempat, maka itu merupakan faktor risiko. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Kebanyakan penonton bersikap damai, dan segelintir orang yang mungkin ingin melakukan tindakan kekerasan, kemudian menyadari bahwa mereka berada dalam minoritas, kemudian akhirnya merekapun bersikap dama, seperti penonton lainya. “

Selain menjadi tuan rumah Piala Dunia Sepakbola pada tahun 2014 nanti, Brazil juga akan menjadi tuan rumah Olimpiade 2016. Karenanya sektor industri Jerman berharap bisa memenangkan kontrak proyek2 infrastuktur senilai milyaran dolar. Brazil sudah meniatkan investasi 200 milyar Euro dalam infrastrukturnya tahun depan. Salah satu proyek yang terpenting adalah pembangunan jalur Kereta Api cepat yang akan menghubungkan Rio de Janeiro dan Sao Paolo. Karenanya tak aneh, bahwa kanselir Jerman Merkel mengundang tamunya untuk naik kereta expres Jerman ICE dari Berlin ke Hamburg. Ia menerangkan, "Kami tentunya berharap, bahwa dapat memperlihatkan bangunan infrastruktur dan teknologi yang ditawarkan Jerman.“

Selain menetapkan Tahun Ilmu Pengetahuan Jerman-Brazil untuk 2010, Merkel memuji ketegasan pemerintah Brazil dalam melindungi hutan tropis Amazona. Seperti Merkel, Presiden Brazil juga akan menghadiri Konferesi Iklim di Kopenhagen mendatang. Sehubungan itu, Lula mengatakan,

"Saya yakin di Kopenhagen nanti kita tidak akan meraih kesepakatan yang diimpikan oleh saya maupun Angela Merkel. Tapi kita akan mengambil langkah ke depan, agar bisa bertemu lagi di tahun 2015 dan menetapkan tanggung jawab masing-masing negara.“

Lula juga menyerukan agar negara industri memiliki keberanian yang lebih besar untuk melakukan transfer teknologi ke negara-negara berkembang, Selain itu lebih konkrit menetapkan bantuan keuangan untuk mengatasi dampak perubahan iklim. Mengenai tema nuklir Iran, Presiden Brazil, Luiz Inacio Lula da Silva, menyatakan perlu kesabaran. Ia menambahkan, jalan yang terbaik dan termurah adalah menegaskan pentingnya negosiasi, kemudian melapisi tameng argumen dengan rasa sabar yang besar.

Richard Fuchs/ Edith Koesoemawiria

Editor: Luky Setyarini