1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Presiden Jerman Tidak Akan Mundur

Rabu malam (4/1) waktu setempat, Presiden Jerman Christian Wulff berhadapan dengan jurnalis televisi untuk menjelaskan skandal kredit dan berbagai masalah baru. Seperti tuduhan mempengaruhi kerja pers.

default

Presiden Jerman Christian Wulff

Presiden Jerman Christian Wulff terus dihujam kritik selama berminggu-minggu karena kredit pribadi yang diperolehnya dianggap kontroversial. Awal minggu ini ia semakin berada di bawah tekanan, karena menurut perusahaan penerbitan Axel Springer, Wulff mencoba mencegah dipulikasikannya laporan kritis tentang kredit pembangunan rumah dan keluarganya. Tekanan juga datang dari kanselir Jerman Angela Merkel yang selama ini terus mendukung presiden pilihannya tersebut.

Wulff Meminta Maaf

Rabu malam (4/1) waktu setempat, Wulff bersedia diwawancarai oleh stasiun televisi pemerintah ARD dan ZDF. Hal yang mendapat kritik tajam dari stasiun swasta. Dalam wawancara yang berlangsung selama 20 menit tersebut, Wulff mengaku usahanya mempengaruhi pekerjaan pers adalah 'kesalahan besar'.

"Langkah saya menelepon pemimpin redaksi harian Bild adalah salah besar. Hal yang saya sesali dan saya meminta maaf karenannya. Setelah kembali dari luar negeri, saya juga telah melakukannya secara pribadi. Dan permintaan maaf saya juga telah diterima." Wulff mengaku, saat itu ia menganggap dirinya sebagai korban dan bukan sosok yang harus menjawab pertanyaan yang ingin diketahui oleh publik. Ia berjanji akan membenahi hubungannya dengan media.

Wulff Tolak Untuk Mundur

Saat ditanya, apakah dalam beberapa minggu terakhir ia memikirkan kemungkinan akan pengunduran dirinya dari jabatan presiden, Wulff menggelengkan kepalanya. "Tidak. Saya mendapat dukungan luar biasa dari banyak warga, teman dan rekan kerja. Saya ingin mengemban tanggung jawab ini. Saya mengatakan akan melakukan pekerjaan ini selama lima tahun dan saya ingin setelah lima tahun nanti bisa menunjukkan neraca, bahwa saya adalah presiden Jerman yang baik, sukses dan melakukan tugas saya dengan kesenangan dan keyakinan. Saya tahu, saya tidak melakukan hal yang salah, tetapi tidak semua yang saya lakukan adalah benar."

Masalah kredit pribadi dari keluarga Geerkens yang diperoleh Wulff saat masih menjabat sebagai perdana menteri negara bagian Niedersachsen, juga tetap tidak dianggapnya sebagai hal yang kritis. Bagi Wulff, itu adalah kesepakatan pribadi antar teman, dan bukan perjanjian bisnis. Ia menambahkan, tidak ingin menjadi presiden di negara, dimana politisi tidak mungkin meminjam uang dari seorang teman.

Begitu pula tentang liburan yang dilakukannya bersama teman dari kalangan pengusaha. Itu tidak dianggap Wulff sebagai tema perdebatan. "Kalau sebagai perdana menteri tidak boleh lagi memiliki teman, jika semua politisi Jerman mulai detik ini tidak boleh lagi begitu saja menginap di rumah teman, tetapi harus meminta bukti pembayaran, maka saya yakin republik ini akan berubah menjadi negatif."

Kritik dan Dukungan Bagi Wulff

Jelas tampak, bahwa Wulff tidak hanya berusaha untuk meraih 'simpati' para jurnalis, tetapi juga mengetuk hati warga Jerman. Wawancara ARD dan ZDF dengan Presiden Christian Wulff adalah yang perdana. Sebelumnya, tidak ada penampilan semacam itu dari seorang presiden Jerman. Walaupun demikian, kritik muncul dari penasihat politik Michael Spreng. Menurutnya, Wulff seharusnya menggelar konferensi pers dan pembatasan waktu.

Kritik juga datang dari ketua partai oposisi, sosial demokrat SPD, Sigmar Gabriel, yang menuntut kanselir Merkel untuk meninjau kembali kemampuan Wulff sebagai pemilik jabatan resmi tertinggi di Jerman. Dukungan diperoleh Wulff dari pimpinan CSU Horst Seehofer. "CSU memihak kepada presiden Jerman Christian Wulff. Kami mempercayainya." FDP menuntut diakhirinya perdebatan tentang Wulff. "Christian Wulff sudah membuka diri tentang tuduhan yang diajukan padanya. Ia mengakui kesalahannya. Ini adalah langkah yang penting", demikian ujar Sekjen FDP Patrick Döring.

Namun, partai Hijau ragu, bahwa kanselir Merkel akan puas dengan penjelasan yang diberikan Wulff. Perwakilan partai tersebut, Steffi Lemke mengatakan, "Kami menunggu tanggapan kanselir. Saya menantikan lebih banyak kejujuran darinya dan saya tidak mengerti, bahwa ia berusaha menampilkan dirinya sebagai sosok korban dari situasi yang tidak jelas."

Warga Jerman Terbelah

Apakah kesediaan Wulff untuk menjawab pertanyaan pers dan permohonan maafnya kepada pers dan publik sudah cukup untuk mempertahankan posisinya sebagai presiden Jerman, masih belum jelas. Saat ini, warga Jerman masih terbelah tentang masa depan Wulff. Berdasarkan jajak pendapat terakhir sebelum wawancara berlangsung, 50 persen warga berpendapat, Wulff harus mengundurkan diri. Jumlah yang hampir sama ingin agar Wulff bertahan.

epd,dpa,afp,rtr,ap,ard,zdf/Vidi Legowo-Zipperer

Editor: Marjory Linardy

Laporan Pilihan