1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Presiden Jerman Picu Debat Baru Soal Islam

Presiden Jerman Joachim Gauck melontarkan pernyataan tentang Islam yang memicu perdebatan baru. Dikatakannya warga Muslim yang bermukim di Jerman lebih merupakan bagian dari negara ini, ketimbang agama Islam.

Pernyataan presiden Jerman Joachim Gauck dalam wawancara dengan mingguan Die Zeit itu, memicu beragam tanggapan dari perhimpunan dan tokoh Islam di Jerman. Dinilai, pernyataan Gauck yang sebelumnya pendeta Protestan, akan memicu perdebatan baru terkait sengketa posisi Islam di Jerman.

Presiden Jerman sebelumnya Christian Wulff menegaskan 2010, Islam kini adalah bagian dari Jerman. Pernyataan Wulff ketika itu dipuji sebagai kontribusi penting bagi integrasi.

Sedangkan Gauck yang baru dua bulan menggantikan Wulff mengatakan, tidak akan menggunakan istilah yang digunakan pendahulunya itu. "Singkatnya saya akan mengatakan, bahwa kaum Muslim yang bermukim di negeri ini, adalah bagian dari Jerman", kata Gauck.

Dewan Pusat Muslim di Jerman (ZMD) menanggapi positif pernyataan Gauck itu. Ketua ZMD, Ayman Mayzek mengatakan :"Presiden baru tidak memutus konsep dari presiden sebelumnya. Bahkan secara secara cerdas ia maju dari perdebatan yang ada saat ini sebagai moderator yang bijak".

Mayzek juga menepis laporan media, bahwa ia menuding Gauck memundurkan perdebatan tentang Islam. Tapi dalam situs ZMD juga ditampilkan pendapat dua ulama Islam di Jerman, yang menuding masih dilakukannya diskriminasi trehadap kaum Muslim di Jerman.

Tokoh partai Hijau keturunan Turki, Cem Özdemir menanggapi pernyataan itu lebih kritis. "Gauck tidak mengerti perbedaan antara Islam dan kaum Muslim yang menjalankan syariat Islam". Özdemir menambahkan, jika Gauck menyatakan kaum Muslim sebagai bagian dari Jerman, artinya Islam juga bagian dari Jerman.

AS/DK(dpa,dapd, epd)