1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Presiden Hongaria Mundur Terkait Kasus Plagiat

Presiden Hongaria Pal Schmitt mengundurkan diri, setelah gelar doktornya dicabut pekan lalu karena dituduh melakukan plagiarisme.

Presiden Hongaria Pal Schmitt mengatakan kepada parlemen hari Senin (2/4), "Berdasarkan konstitusi, seorang presiden harus mewakili persatuan bangsa Hongaria. Sayangnya, saya menjadi simbol yang membelah bangsa. Saya merasa sudah menjadi kewajiban saya untuk melepaskan jabatan."

Schmitt, sosok yang dekat dengan perdana menteri Viktor Orban, mundur setelah menjabat kurang dari dua tahun. Ia disumpah menjadi presiden bulan Juni 2010.

Kabar bahwa ia akan mengundurkan diri, terdengar pertama kali hari Jumat (30/3), sehari setelah Universtas Semmelweis di Budapest menarik kembali gelar doktor yang diperoleh Schmitt tahun 1992. Namun, Schmitt saat itu masih bersikeras tidak melihat kaitan antara kasus plagiarisme dan jabatannya sebagai presiden Hongaria.

Pekan lalu, universitas menemukan bahwa presiden menjiplak "kata demi kata" beberapa paragraf dari penulis lain dalam tesisnya mengenai sejarah pesta olahraga Olimpiade.

Dalam perdebatan skandal plagiat, PM Orban tidak mau dilibatkan. Menurutnya, presiden harus mengambil keputusan sendiri apakah ia harus mundur atau tidak. Partai oposisi telah menyerukan agar Schmitt segera mundur.

Di Jerman, menteri pertahanan Karl-Theodor zu Guttenberg juga dipaksa untuk melepaskan jabatannya tahun lalu karena tuduhan yang sama, yakni plagiarisme tesis doktornya.

Vidi Legowo-Zipperer (afp, rtr)

Editor: Edith Koesoemawiria

Laporan Pilihan