1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Piala Dunia 2014

Prancis Keok, Argentina Berjaya, Yunani Unggul

Prancis keok melawan Meksiko, Argentina berjaya menumpas Korea Selatan, dan Yunani unggul atas Nigeria. Itulah hasil pertandingan hari ke-7 pertandingan kompetisi sepakbola Piala Dunia.

Pemain Argentina Gonzalo Higuain (tengah) saat mencetak gol ke gawang Korea Selatan.

Pemain Argentina Gonzalo Higuain (tengah) saat mencetak gol ke gawang Korea Selatan.

Adieu les Bleus. Prancis memang masih akan memainkan pertandingan terakhir mealwan tuan rumah Afrika Selatan. Tetapi secara realistis, kekalahan 0-2 dari Meksiko membuat tim Ayam Jantan sudah bisa bermaitan. Dua tim lain grup ini, Uruguay dan Meksiko sudah sama-sama mengumpulkan nilai empat. Dalam pertandingan terakhir kedua wakil Amerika Selatan itu bisa bermain seri agar sama-sama lolos dengan santai sembari mengistirahatkan para pemain kunci.

Tetapi Prancis, Juara Dunia tahun 1998 memang pantas masuk kotak. Pertandingan pertama mereka lawan Uruguay sangat membosankan. Dan lawan Meksiko, hanya di menit-menit awal saja Prancis seakan penuh gebrakan. Florent  Malouda sempat melepaskan tembakan keras yang ditepis kiper Oscar Peres. Tapi seterusnya Les Bleus bermain tanpa arah, tanpa gairah, tanpa kesatuan tim, tanpa keutuhan, tanpa tekad.

Kekacauan Prancis berpusat pada ketegangan di ruang ganti. Dengan pertikaian tak habis-habis antara pelatih Raymond Domenech dengan para pemain. Dan Meksiko memanfaatkan betul situasi ini. Gol pertama Meksiko dicetak di menit ke 64 lewat Hernandez yang lolos perangkap offside. Gol kedua yang membenamkan Prancis dicetak veteran Cuahtemoc Blanco dari titik penalti.

Hari ke 7 Piala Dunia 2010 ini juga membekaskan catatan lain. Pemain Argentina Gonzalo Higuain mencetak hatrik pertama, tatkala tim Tango mencukur Kora Selatan 4-1. Inilah pula hatrik pertama dalam Piala Dunia sejak hatrik Pauleta dari Portugal di Piala Dunia 2002, dan hatrik pertama Argentina sejak Gabriel Batistuta mencetaknya di Piala Dunia 1998.

Gonzalo Higuain, bintang Real Madrid sang pencetak hatrik:

"Sungguh saya benar-benar gembira. Ini kemenangan yang sangat penting. Kami sudah dalam posisi bagus untuk lolos ke babak berikutnya. Tetapi masih ada satu pertandingan lagi nanti. Namun gol-gol yang saya cetak itu sebetulnya menunjukkan bahwa sebagai tim kami bermain sangat bagus".

Sejarah lain dicatat Yunani. Inilah untuk pertama kalinya Yunani memetik kemenangan di putaran final Piala Dunia. Lebih manis lagi, keberhasilan itu diperoleh setelah terlebih dahulu ketinggalan 0-1 dari Nigeria. Yunani beruntung, pemain Nigeria Sani Kaita melakukan ulah tak masuk akal. Ia menendang pemain Yunani Vassilis Torosidis tanpa ada perlunya sama sekali, membuatnya diganjar kartu merah. Nigeria pun harus bermain dengan 10 pemain, membuat Yunani yang awalnya keteteran, balik mengambil alih kendali, dan mencetak dua gol. Yunani pun penang 2-1, dan Nigeria hanya bisa menyalahkan diri mereka sendiri. Khususnya  Sani Kaita, yang mendapat kartu merah.

Ginanjar/Setyarini