1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Jelajah Jerman

Politik Luar Negeri Jerman Perlu Pembaruan

Presiden Jerman Joachim Gauck mengusulkan peran lebih besar Jerman di panggung internasional. Redaktur DW Michael Knigge berpendapat, Jerman memang harus mengubah politik luar negerinya.

default

Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier

Sejak konflik Libya, politik luar negeri Jerman mulai diragukan oleh mitra-mitra terdekatnya. Ketika itu, Jerman memberi suara abstain di sidang Dewan Keamanan PBB tahun 2011 yang membahas resolusi terhadap Libya. Padahal resolusi itu didukung oleh Amerika Serikat, Inggris dan Perancis. Sementara yang menentang langkah militer ke Libya adalah Rusia dan Cina.

Menteri Luar Negeri saat itu, Guido Westerwelle mengatakan, resikonya terlalu besar bagi Jerman. Tapi tidak berarti bahwa Jerman menolak untuk mengemban tanggung jawab dalam misi internasional.

Politik luar negeri perlu haluan baru

Sikap Jerman ketika itu segera dipermasalahkan. Mitra-mitra Jerman menuduh, pemerintahan di Berlin selalu mencoba menghindar, kalau situasinya sulit. Jerman dianggap hanya mencari gampangnya saja.

Dalam pidatonya di konferensi keamanan München minggu lalu, Presiden Gauck menyerukan haluan baru bagi politik luar negeri Jerman. Gauck bukan orang pertama yang menuntut partisipasi yang lebih besar dalam konflik internasional. Tapi argumentasi Presiden Jerman punya bobot tersendiri.

Dengan retorika yang meyakinkan, Gauck memaparkan-- mengapa Jerman perlu peran internasional yang lebih besar. Karena Jerman sendiri sangat tergantung pada globalisasi. Sebuah negara yang mendapat keuntungan besar dari perdagangan internasional, tidak bisa selalu "memalingkan diri" dari konflik yang muncul di berbagai bagian dunia, tandas Gauck.

Partisipasi militer harus dipertimbangkan

Deutsche Welle Englisch Michael Knigge

Redaktur DW Michael Knigge

Dalam pidatonya Gauck menegaskan, peran Jerman di panggung internasional juga termasuk partisipasi dalam misi militer. Ini bukan berarti bahwa Jerman otomatis akan ikut dalam setiap operasi militer. Tapi tidak ada alasan juga bagi Jerman untuk selalu melakukan pengerahan militer.

Pidato Gauck mendapat sambutan internasional. Tapi sebagian besar masyarakat Jerman justru menolaknya. Inilah saatnya untuk melakukan diskusi terbuka di Jerman mengenai peran dan haluan politik luar negerinya. Debat ini seharusnya sudah dimulai sejak dulu.

Jerman adalah sebuah raksasa ekonomi. Namun di panggung politik dan diplomasi, perannya justru sangat kerdil. Di masa lalu, Jerman selalu bersikap menolak campur tangan dan sengaja memperkecil perannya, agar tidak perlu mengambil alih tanggung jawab politik. Ini memang cara yang mudah untuk menghindar. Tapi sikap itu tidak bisa dipertahankan lagi dalam perkembangan global masa kini.

Laporan Pilihan