1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Polisi Tak Percaya Klaim Boko Haram Sebagai Pelaku Serangan

Kelompok Islam garis keras Boko Haram, hari Selasa (10/07) mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan 22 orang akhir pekan lalu di Nigeria. Namun polisi berkeras aksi itu dilakukan kelompok lain.

default

Nigeria dihantui konflik sektarian

Setelah serangan yang juga menewaskan dua politisi terkenal tersebut, para pejabat dan polisi menyalahkan Gembala Fulani, yang merupakan kelompok mayoritas muslim yang sejak lama memperjuangan hak atas tanah mereka melawan penguasa negara bagian yang didominasi kelompok Kristen.

Boko Haram, sejak dulu dikenal sering mengklaim berbagai kasus pembunuhan yang sebenarnya dilakukan kelompok lain, dengan tujuan untuk membangun reputasi mereka sebagai kelompok garis keras.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan melalui juru bicara Abul Qaqa, Boko Haram mengatakan “ingin menginformasikan kepada dunia, kebahagiaan atas suksesnya serangan yang kami lakukan… di negara bagian Plateau atas kelompok Kristen dan aparat keamanan, termasuk para anggota Majelis Nasional”.

Diantara yang tewas terbunuh dalam serangan di pemakaman akhir pekan lalu adalah Senator negara bagian Plateau yakni Gyang Dantong dan pemimpin kelompok mayoritas parlemen lokal, Gyang Fulani yang berasal dari kelompok Kristen.

“Kami akan terus memburu para pejabat pemerintah di manapun mereka berada, mereka tak akan lagi merasakan kedamaian” demikian isi pernyataan kelompok Boko Haram. Kelompok ini sebelumnya pernah menyerang Plateau, termasuk dengan metode bom bunuh diri di sebuah gereja di ibukota Jos, bulan lalu.

Namun sumber kepolisian yang tak bersedia disebutkan namanya menyebut “Kalaupun Boko Haram terlibat, itu karena kelompok Fulani mengundang mereka mengambil bagian”, kata dia sambil menambahkan bahwa “Kelompok Fulani adalah yang melakukan serangan. Itu adalah pendapat kepolisian”.

Penggembala Fulani dari etnis muslim Hausa, selama ini dipandang sebagai “pendatang” oleh kelompok etnis Kristen yang mendominasi kekuasaan di negara bagian Plateau.

Negara bagian Plateau sering disebut sebagai “Sabuk Tengah” Nigeria, di mana kelompok Kristen yang kebanyakan bermukim di Selatan bertemu dengan mayoritas Muslim yang banyak terdapat di bagian Utara negara tersebut. Gelombang kekerasan sektarian sering menghantam daerah ini dalam beberapa tahun terakhir.

ab/ afp

Laporan Pilihan