1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Polisi London Bongkar Kamp Occupy

Polisi London mulai membongkar kamp pemrotes sektor perbankan "gerakan Occupy" di depan katedral St. Paul.

Sekitar 100 polisi dan petugas pengadilan Selasa (28/02) dikerahkan, membongkar sekitar 50 tenda. Para petugas mengantungi perintah pembongkaran tenda, tapi tidak diperbolehkan mengusir para demonstran. Di saat aksi pembongkaran dilancarkan, sekitar 60 anggota Occupy berada di lokasi.

Para demonstran mengatakan, pembongkaran tenda, tidak berarti berakhirnya gerakan Occupy. Para aktivis di London, yang meniru gerakak ocuppy di New York, sejak akhir Oktober 2011 membangun kamp protes di depan katedral berumur 300 tahun di London itu, untuk memprotes salah urus di pasar keuangan. Sebelumnya para pemrotes dilarang mendirikan tenda-tenda dekat gedung bursa London.

Dirikan barikade

Räumung Occupy Camp London

Seorang pemrotes disingkirkan dari kamp occupy yang dibongkar.

Para penrotes gerakan Occupy London Stock Exchange-LSX, mendirikan barikade dari peti-peti kayu dan melepaskan bom asap, untuk menghambat pembongkaran tenda-tenda, yang dimulai lepas tengah malam waktu setempat. Polisi menangkap sedikitnya 20 pemrotes dalam aksi di pusat kota London itu.

Lewat jejaring sosial twitter, mereka meminta dukungan bagi aksi protesnya. "Kami mengimbau solidaritas internasional, untuk menggelar aksi damai di kedutaan-kedutaan Inggris di seluruh dunia," begitu pesan para pemrotes.

Pemerintah kota London memulai langkah hukum menentang kamp occupy di depan katedral St.Paul sejak November 2011. Argumennya, kamp itu akan menarik aksi kejahatan, mengganggu perdagangan lokal dan menyebabkan ketidak nyamanan kepada para penziarah katedral. Kontroversi kamp ocuppy juga memecah internal pengurus katedral, yang menyebabkan dua orang pemuka gereja mengundurkan diri.

Agus Setiawan(dpa, dapd, rtr, afp)

Editor : Hendra Pasuhuk