1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Polisi Jerman Diusut Karena Aniaya Pengungsi

Kejaksaan kota Hannover mengadakan penyelidikan terhadap seorang polisi atas tuduhan penganiayaan terhadap pengungsi di kantor polisi.

Penyelidikan yang dilaksanakan kejaksaan kota Hannover didasarkan pada laporan dari dua saksi yang juga menyerahkan sejumlah bukti. Demikian dikatakan jaksa Thomas Klinge Senin (18/05) di Hannover. Namun Klinge tidak memberikan keterangan lebih jauh tentang barang bukti yang diserahkan saksi.

Setelah saksi memberikan laporan, kejaksaan Hannover memerintahkan penggeledahan atas apartemen polisi yang disangka melakukan penganiayaan. Di samping tersangka utama, diduga ada sejumlah polisi lain yang juga terlibat. Menurut Klinge, penyelidikan masih berjalan tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Mengenai identitas dan jumlah korban sejauh ini juga belum ada keterangan lebih jauh. Di tempat tinggal tersangka, para penyelidik kejaksaan menemukan sepucuk senjata. Saat ini sedang diteliti apakah tersangka memiliki ijin untuk senjata itu, demikian Klinge.

Penganiayaan di kantor polisi

Menurut investigasi yang dilakukan media Jerman NDR, tahun lalu telah terjadi beberapa kasus penganiayaan terhadap tahanan di kantor polisi yang berlokasi di stasiun kereta api utama Hannover.

Maret 2014, seorang pengungsi dari Afghanistan dilaporkan dicekik polisi, dan dipaksa dengan kaki yang diborgol. Pria berusia 19 tahun itu ditangkap polisi karena melakukan pelanggaran ringan. Antara lain ia tidak membawa paspor ketika diperiksa.

Lewat aplikasi WhatsApp, polisi yang dituduh melakukan penganiayaan itu juga menulis kepada kolega-koleganya, bagaimana ia menyiksa tahanan dan menertawakan saat tahanan kesakitan.

September 2014 kasus penganiayaan kembali terjadi, kali ini terhadap tahanan asal Maroko. Pria berusia 19 tahun itu ditangkap karena naik kereta tanpa membayar karcis. Di kaos kakinya polisi menemukan sedikit ganja. Ia ditahan di kantor polisi yang sama.

Pria itu dipaksa makan daging babi yang telah kadaluarsa, demikian laporan NDR. Polisi yang sekarang diperiksa kejaksaan Hannover itu juga memberikan bukti atas peristiwa itu dengan membanggakan tindakannya dan menyebarkannya lewat WhatsApp dilengkapi foto. Ia mengirim foto itu kepada kolega-koleganya. Pada foto tampak seseorang yang diborgol dalam posisi tubuh tidak wajar dan wajah yang tampak kesakitan. Di foto itu juga terlihat dua pasang sepatu bot polisi Jerman.

Organisasi HAM mengecam

Organisasi HAM Jerman Pro Asyl, yang mengurus pengungsi dan pencari suaka, menyebut penganiayaan pengungsi di kantor polisi Hannover sebagai "tindakan bermotif rasisme yang menjijikkan dan menginjak-nginjak martabat manusia". Kepala organisasi Pro Asyl Günter Burkhardt menuntut agar pengusutan kejaksaan diperluas mencakup rekan-rekan tersangka yang mengetahui adanya penganiayaan tersebut.

"Skandal di dalam skandal". Demikian Burkhardt menyebut semua polisi yang tahu peristiwa itu tetapi tidak mengambil tindakan. Masyarakat umum harus tahu, siapa yang mengtahuinya dan kapan. "Dalam organisasi kepolisian yang hirarkis harus juga dipertanyakan, sejauh mana atasan tahu tentang penganiayaan itu", kata Burkhardt.

Kepala kepolisian Hannover sejauh ini menolak memberikan keterangan. "Tetapi kami akan memberikan dukungan sebaik mungkin untuk penyelidikan kejaksaan", kata juru bicaranya. Tindakan selanjutnya kepada tersangka pelaku penganiayaan masih menunggu hasil pemeriksaan. Seorang pejabat kepolisian Jerman mengatakan kepada NDR, polisi yang jadi tersangka sudah pernah terlibat dalam sejumlah tindakan penganiayaan di masa lalu.

ml/hp (afp, dpa)

Laporan Pilihan