1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Indonesia

Polisi Buru Teroris Bom Tahun Baru Bandung

Polisi Jawa Barat bertekad menyelidiki ledakan yang terjadi pada awal tahun baru lalu di Bandung. Masyarakat yang mengabadikan momen-momen tahun baru di platform media sosial diharapkan membantu tugas kepolisian.

Polisi menggerebek sebuah rumah terduga pelaku bom tahun baru Bandung, di Jalan Mengger Girang, Bandung, Minggu (10/1/2016). Penggrebekan tersebut, merupakan pengembangan dari tertangkapnya tiga orang sebelumnya.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan tiga orang yang ditangkap sebelumnya -- MS, AA, dan AS-- di Jakarta Utara dan Ciwidey, Bandung pada Jumat dan Sabtu lalu, diduga terlibat kasus bom malam tahun baru di Bandung. MS bekerja sebagai buruh pabrik sepatu di Jakarta Utara, dibekuk 8 Januari di wilayah Rawa Badak Selatan, Jakarta Utara. Keluarganya tinggal di Jalan Mengger Girang, Pasirluyu, Bandung. Sementara AA dan AS ditangkap di Ciwidey setelah itu berdasarkan pengembangan penangkapan MS.

Ledakan bom di tahun baru

Pemicu aksi penangkapan terbaru adalah ledakan sebuah bom berdaya ledak rendah pada pukul 01:20 dini hari Jumat, 1 Januari lalu di alun-alun Bandung. Bom itu ditanam di bawah mobil milik sebuah stasiun televisi, yang meliputi perayaan tahun baru dan diparkir tepat di seberang kediaman pribadi Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil.

Meskipun tidak ada yang terluka dalam ledakan itu, juru bicara Kepolisian Jawa Barat Komisaris Besar Sulistyo Pudjo Hartono mengatakan pihak berwenang bertekad untuk menangkap pelakunya. Sulistyo menyebutkan: “Kami sangat serius menyikapi kasus ini. Apa yang dipertaruhkan adalah nama baik polisi dan rasa aman di kalangan masyarakat Jawa Barat," katanya seperti dikutip dari Detik.com.

Teror di masyarakat

Sulistyo mengatakan Polisi Bandung juga telah meminta bantuan dari polisi provinsi dan unit anti-terorisme Polri Densus 88: "Total, ada 72 polisi yang mengusut kasus ini dan mereka dipimpin oleh Kombes. Angesta Romano Yoyol. Mereka akan mengumpulkan semua bukti dan menganalisa," lanjutnya.

Merujuk pada jenis alat peledak, Sulistyo mengatakan, tersangka berniat menciptakan teror di antara kerumunan massa. Densus 88 juga mencoba untuk mencocokkan konstruksi bom dengan yang dibuat oleh sel-sel teror di Indonesia.

Bantuan medsos

Polisi menangkap puluhan orang dalam serangkaian penggerebekan di seluruh negeri dalam dua minggu terakhir dari tahun 2015. Polisi menghubungkan berbagai kasus serangan berencana dan bom bunuh diri dengan berbagai target, termasuk yang menyasar pasukan keamanan dan kelompok agama minoritas.

Kesulitan penyelidikan yang dihadapi kepolisian menurut Sulistyo adalah tidak cukupnya bukti rekaman pengawasan seperti cctv dan saksi. Untuk mengatasinya, polisi mengumpulkan foto dan video dari perayaan malam tahun baruan dari media sosial. "Kami mengimbau orang-orang yang berada di tempat kejadian dan mungkin telah mengambil foto, video, selfie atau informasi lain antara dua sampai empat jam sebelum kejadian untuk menghubungi Polda Jawa Barat," pungkasnya.

Laporan Pilihan