1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Polisi Aceh Kembali Tangkap Tiga Tersangka Teroris

Polisi kembali menangkap tiga tersangka teroris di Aceh. Sebelumnya, Senin lalu, dalam sebuah operasi penyergapan pihak kepolisian menangkap orang-orang yang dituduh terlibat dalam jaringan terorisme

default

Kepolisian menahan tiga tersangka teroris, dalam rangkaian operasi penyergapan di Provinsi Nanggroe Aceh Darusallam. Penahanan dilakukan di Desa Saree. Dalam penangkapan itu polisi juga menemukan tiga pucuk senapan.

Sebelumnya Senin kemarin, polisi juga telah menangkap empat yang dituduh sebagai teroris di sebuah kawasan terpencil sekitar 60 kilometer dari Banda Aceh. Dalam operasi itu dua warga sipil tertembak. Seorang di antara yang tewas bekas gerilyawan Gerakan Aceh Merdeka. Namun kedua korban tak ada kaitannya dengan kelompok yang jadi sasaran penyergapan. Kedua warga sipil itu merupakan penduduk Aceh Besar, yang kebetulan melintas di daerah operasi kepolisian dan menjadi sasaran tembak. satu diantaranya meninggal dunia.

Sementara dari hasil penyelidikan kepolisian dijelaskan bahwa terdapat sekelompok orang yang disebut-sebut kelompok terlatih berjumlah 50 orang dengan 17 pucuk senjata di kawasan pegunungan Aceh Besar. Kepala kepolisian Aceh Adityawarman memaparkan: “Mungkin 50-an orang kita tak tahu pastinya, tapi 17 diantaranya diindikasikan membawa senjata api. Dan mereka pada saat melakukan latihan menggunakan seragam, bukan semacam seragam TNI tapi seragam yang mirip digunakan tentara Malaysia. Sebenarnya kita sudah memantau gerakan ini sekitar September tapi waktu itu belum ditemukan.”

Polisi menunjukkan bukti berupa buku-buku, cakram padat, pisau sangkur dan baju loreng. Sementara di lokasi yang disebut sebagai tempat latihan militer sejauh ini tidak terdapat semacam kamp atau tempat yang layak disebut sebagai pusat latihan militer.

Direktur Eksekutif International Crisis Group (ICG) untuk Wilayah Asia Tenggara Sydney Jones mengungkapkan kecil kemungkinannya tersangka teroris yang digerebek awal pekan ini di Aceh terkait dengan jaringan kelompok Jemaah Islamiyah: “Saya kira sangat-sangat tipis kemungkinan bahwa mereka JI karena ada beberapa indikasi, misalnya bahwa mereka mungkin kerja sama dengan kelompok GAM sempalan, saya kira kalau JI hampir tak mungkin karena sudah lama JI dan GAM putus sejak tahun 76. Jadi walaupun memang ada JI diperbatasan Sumatera Utara dan Aceh, saya kira bahwa ada JI yang kerja sama dengan kelompok sempalan hampir tak mungkin. “

Sementara itu, Komite Peralihan Aceh membantah anggotanya terlibat dalam kelompok yang dituduh polisi sebagai jaringan teroris tersebut.

Polisi menyebutkan kelompok dimaksud menuruit kepolisian sering berpindah dari satu kabupaten ke kabupaten lain di Aceh.

Uzair

Editor: Ayu Purwaningsih