1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Polio Hanya Bisa Diatasi Lewat Vaksinasi

WHO membenarkan berita tentang wabah polio di Suriah. Padahal negara itu sudah dinyatakan bebas polio sejak 1999. Apa sebenarnya polio dan bagaimana cara mengatasinya?

Polio adalah penyakit paralisis atau lumpuh yang menyerang sel saraf di tulang punggung. Akibatnya, penderita bisa lumpuh atau bahkan mati. Sebagian besar korban adalah anak-anak. Jarang ada orang dewasa yang terkena penyakit ini.

Penyakit polio tersebar melalui virus polio. Proses penularan bisa terjadi lewat mulut atau hidung. Tetes liur atau ludah yang sedikit pun sudah bisa menyebarkan virus tersebut. Manusia juga bisa saling menularkan dengan bersentuhan. Dari mulut, virus merambah ke sistem pencernaan, lalu pembuluh darah dan dari sana ke sel saraf.

Kebanyakan orang yang terinfeksi virus polio tidak menunjukkan gejala khusus. 95 persen pasien polio tidak merasakan perubahan dalam tubuh, sementara antibodi terus terbentuk. Jika virus mencapai sistem saraf pusat, otak dan sumsum tulang punggung, bisa menyebabkan kerusakan berat. Virus polio misalnya bisa mengakibatkan radang selaput otak. Kondisi terparah yang dialami sekitar satu persen penderita polio adalah lumpuh, khususnya di bagian kaki.

Biasanya simtom penyakit polio, termasuk kelumpuhan, akan menghilang dengan sendirinya setelah beberapa tahun. Tapi 'kerusakan' pada tubuh bisa terjadi terus-menerus dan mengakibatkan dampak jangka panjang: deformasi tulang, gangguan pertumbuhan, lumpuh, sakit otot, masalah pernapasan, sulit untuk menelan, dan kerap merasa letih.

Perlindungan dari polio hanya bisa diperoleh dari vaksinasi. Sejak awal 1960an anak-anak memperolehnya sebagai 'sirup vaksinasi' yang diminum. Jerman bebas dari polio sejak 1998, sama seperti negara Eropa lainnya. Di seluruh dunia, kelumpuhan pada anak akibat polio berkurang hingga 99 persen sejak akhir 1980. Di beberapa negara lain, khususnya Asia dan Afrika, masih muncul beberapa infeksi baru.

Sebelum kasus terbaru di Suriah, tahun ini polio juga ditemukan di Afghanistan, Nigeria dan Pakistan. Alasan utamanya adalah karena di wilayah tersebut belum semua memperoleh vaksinasi yang dibutuhkan. Sehingga virus bisa kembali tersebar dengan cepat.

Laporan Pilihan