1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Pionir Internet dari Jerman

Perkenalkan Lars Hinrichs, pengusaha internet dan investor terkenal dari Jerman. Ia masuk deretan pemimpin pasar digital dunia. Dari penjualan jejaring sosial buatannya, ia mengantongi 48 juta Euro.

Ekonomi lama bertemu ekonomi baru. Jaringan adalah segalanya bagi Lars Hinrichs. Ia selalu diincar sebagai pembicara dalam konferensi.

"Dibuat mudah. Langkah yang saya ambil tidak memikirkan risiko, tapi lebih melihat peluang. Itu motivasi saya," Lars Hinrichs berbagi cerita di hadapan audiens pada sebuah pertemuan kalangan kelas menengah Jerman.

Kenali peluang, ulangnya. Tapi bagaimana dan di mana, itu yang ingin dikorek orang dari Hinrichs.

Berani mendobrak

Lelaki berusia 37 tahun ini sudah melihat ratusan rencana bisnis, dan kini meminati ide bisnis digital.

"Tidak cukup hanya mendengarkan konsumen. Mereka tidak tahu ada kemungkinan apa saja. Kita sudah melihat bagaimana Steve Jobs memperkenalkan iPhone dan mengubah industri dan pemikiran kita hanya dalam satu malam. Dulunya Nokia yang dianggap terbaik," kembali Hinrichs melayangkan petuah. "Itu namanya penghancur yang kreatif, dan saya salah satunya."

Kampung halamannya di Hamburg. Satu dekade lalu Hinrichs membuat jaringan Xing: situs untuk kaum profesional dari berbagai sektor - sekarang anggotanya 14 juta orang, kebanyakan di negara berbahasa Jerman. Termasuk dirinya.

Lars Hinrichs telah menjual sahamnya di Xing dan mendapat hampir 50 juta Euro. Dananya ia investasikan ke 20 perusahaan. Sebagai pemodal ventura, ia keliling dunia.

"Trofi yang sebenarnya bukan tanda pengenal dari setiap konferensi yang saya hadiri. Saya ini penggila jaringan. Saya suka bertemu orang, mempertemukan orang yang saya temui. Hingga kini jaringan selalu menjadi topik saya," jelasnya.

Jaringan dan pembelajaran

Di kantornya di Hamburg terdapat dua startup yang ia modali.

Dulu Hinrichs tidak punya resep untuk sukses. "Apa yang benar - apa yang salah. Di Xing kami lebih banyak berbuat benar ketimbang salah. Semuanya melewati proses pembelajaran. Saya belajar banyak dari kesalahan. Sukses tidak memberi banyak pelajaran," katanya.

Ia bilang keputusan bisnis terbaiknya adalah memilih putus kuliah pada hari pertama. Berikut kisahnya: "Saya berbincang panjang dengan dekan universitas, dan ia bertanya kenapa saya mau kuliah? Saya bilang saya ingin mengenali konteks mikro dan makro, saya mau buka perusahaan jadi harus punya pengetahuan dan tahu bahasa finansial. Ia menjawab, kalau mau jadi pakar finansial semua itu penting. Tapi semuanya juga bisa dibeli. Saat itu seakan tabir besar dunia wirausaha runtuh. Saya langsung berpikir: Betul juga. Saya tak harus mengerjakan semuanya. Saya bisa membeli tenaga kerja."

Mencari pekerja terbaik, Lars Hinrichs langganan konferensi dan pertemuan industri - seperti temu perusahaan kecil dan menengah Jerman di Essen. Banyak pesertanya mungkin sudah terhubung - melalui jejaring sosial Xing.

Laporan Pilihan