1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pintu Terbuka Bagi Pekerja Bulgaria dan Romania

Warga Bulgaria dan Romania mulai 1 Januari 2014 bebas bekerja di seluruh Uni Eropa. Inggris khawatir kebanjiran pekerja, tapi Jerman justru perlu tenaga kerja berkualitas.

Bulgaria dan Romania bergabung dengan Uni Eropa tahun 2007. Sebenarnya, warga sebuah negara anggota punya kebebasan bergerak di seluruh Uni Eropa. Artinya, mereka bebas bermukim dan bekerja di mana saja. Tapi karena berbagai kekhawatiran, ada beberapa negara yang memberlakukan tenggang waktu tujuh tahun, yaitu Austria, Belanda, Belgia, Jerman, Luksemburg, Inggris, Malta, Perancis dan Spanyol.

Mulai 1 Januari 2014, tenggang waktu itu habis. Diskusi muncul lagi tentang kemungkinan membanjirnya buruh murah dari kedua negara itu. Namun pemerintah Bulgaria dan Romania menolak kekhawatiran berlebihan itu.

Presiden Bulgaria Rosen Plevniev mengatakan dalam sambutan tahun baru, warganya "ingin mendapat pekerjaan yang layak" dan tidak akan begitu saja "membeli tiket satu arah lalu meninggalkan negaranya".

Kekhawatiran di Inggris dan Jerman

Pemerintah Inggris baru-baru ini merencanakan aturan baru untuk mencegah banjirnya pekerja dari Bulgaria dan Romania. Perdana Menteri David Cameron mengusulkan, para pendatang baru itu tidak boleh mendapat tunjangan sosial. Selain itu, mereka harus dipulangkan jika tidak mendapat pekerjaan di Inggris.

Di Jerman, anggota partai koalisi pemerintah CSU menyatakan khawatir, kedatangan para migran dari Bulgaria dan Romania akan meningkatkan penyalahgunaan bantuan sosial. Tapi juru bicara pemerintah Jerman Steffen Seibert segera menolak diskusi itu. "Kebebasan bergerak justru bisa menjadi peluang bagi warga dan negara Jerman", tandasnya.

Menteri Urusan Migrasi Jerman Aydan Ozoguz dari SPD menekankan, adalah salah menganggap "bahwa pekerja Bulgaria dan Romania yang datang ke Jerman miskin dan hanya ingin mendapat keuntungan". Ia menambahkan, banyak warga dari kedua negara yang jadi jururawat dan dokter di Jerman, tenaga kerja berkualitas yang sangat dibutuhkan.

Tidak ada migrasi massal

Pemerintah Bulgaria dan Romania berulangkali menegaskan, tidak akan terjadi migrasi massal dari negaranya ke negara-negara Eropa barat setelah 2014. Banyak orang Bulgaria yang malah tidak tahu ada peraturan baru dan juga tidak punya rencana pindah ke negara lain.

Banyak pengamat memperkirakan, mereka yang ingin pergi dari Bulgaria dan Romania sudah lama meninggalkan negara itu. Jadi tidak akan terjadi gelombang migrasi besar. Selain itu, migrasi justru bisa menguntungkan negara tujuan, karena membawa dinamika ekonomi baru.

Sekitar 4 juta warga Bulgaria dan Romania diperkirakan pindah ke negara lain sejak jatuhnya rejim komunis lebih dua dekade lalu. Alasan utama mereka adalah gaji yang terlalu rendah. Di Romania misalnya, gaji dokter hanya sekitar 400 Euro per bulan, sedangkan di negara Eropa lain, mereka bisa mendapat gaji jauh lebih tinggi.

Asosiasi Industri Jerman BDI menyatakan, Jerman justru perlu migrasi karena penduduknya makin lama makin tua. "Sampai tahun 2020, angkatan kerja di Jerman akan menyusut 6,5 juta orang ", kata Ketua BDI Ulrich Grillo.

hp/rn (afp, dpa)

Laporan Pilihan