1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pilot Mogok, Lufthansa Batalkan 3800 Penerbangan

Aksi mogok pilot perusahaan penerbangan Lufthansa melumpuhkan lalu lintas udara Jerman. Ribuan orang tidak bisa terbang, tapi sebagian besar penumpang sudah mendapat peringatan.

Tidak tanggung-tanggung, para pilot Lufthansa menggelar aksi mogok selama tiga hari, mulai Rabu (02/04). Baru pada hari Sabtu mendatang mereka akan kembali terbang. Bandara-bandara terbesar Jerman sepertti Frankfurt, München dan Berlin tampak sepi. Aksi mogok juga dilancarkan pada anak perusahaan Lufthansa, Germanwings.

Lufthansa terpaksa membatalkan sekitar 3800 pernerbangan. Sekitar 425.000 ribu penumpang harus dialihkan ke maskapai penerbangan lain atau menempuh perjalanan dengan kereta api, bus atau mobil sewaan. Banyak juga penumpang yang membatalkan perjalanan.

Untungnya, rencana aksi mogok itu sudah diumumkan jauh hari sebelumnya. Jadi pihak Lufthansa sudah mengantisipasi situasi itu dan tidak terjadi kekacauan besar. Semua penumpang yang tidak bisa terbang akan mendapat uang pengganti. Aksi mogok itu mengakibatkan kerugian puluhan juta Euro.

Kenaikan gaji dan jaminan pensiun

Para pilot yang tergabung dalam serikat pekerja Vereinigung Cockpit (VC) menuntut kenaikan gaji sampai 10 persen. Mereka juga menuntut jaminan pensiun yang lebih baik dan memprotes kontrak kerja baru yang mencantumkan kondisi lebih buruk daripada kontrak kerja lama.

Menurut kesepakatan antara Lufthansa dan serikat pekerja yang berlaku saat ini, seorang pilot punya pilihan untuk pensiun dini pada usia 55 tahun, dengan menerima pensiun setinggi 60 persen dari gaji kotornya. Lufthansa ingin menaikkan batas usia ini menjadi 60 tahun.

Jurubicara serikat pekerja VC Markus Wahl menyatakan, jika perusahaan siap memenuhi tuntutan, para pilot bisa mengakhiri aksi mogok lebih cepat lagi. "Kami siap berunding, tapi harus ada tawaran yang realistis (dari Lufthansa)", kata Wahl.

Kritik dari pemerintah

Pemerintah Jerman mengeritik aksi mogok para pilot yang mengakibatkan gangguan besar dalam penerbangan domestik dan internasional.

"Setiap hari, aksi mogok ini membatasi mobilitas ratusan ribu penumpang," kata Menteri Transportasi Jerman Alexander Dobrint. Ia mendesak serikat pekerja dan manajemen Lufthansa untuk bertindak cepat "mencapai solusi dan mengakhiri konflik".

Namun Dobrint menegaskan, masalah gaji adalah urusan antara serikat pekerja dan perusahaan, dan pemerintah tidak boleh ikut campur.

Jurubicara bandara internasional di Frankfurt mengatakan, situasi saat ini cukup tenang karena sudah banyak informasi yang disebarkan sebelumnya. Pihak bandara juga sudah menyiapkan ruang istirahat dan tempat tidur darurat bagi penumpang yang terpaksa harus menunggu lama atau menginap di bandara.

hp/rn (dpa, afp, rtr)

Laporan Pilihan