1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pihak Oposisi Suriah Pesimis Akan Dialog Nasional

Pemerintah Suriah menawarkan dialog yang dikatakan membicarakan reformasi politik. Di waktu bersamaan pemerintah terus melancarkan aksi kekerasan terhadap para demonstran.

default

Demonstrasi di Suriah

Jumat lalu (8/7) di kota Hama. Para demonstran meletakkan ranting zaitun dan bunga mawar di atas kap mobil yang di kursi belakangnya tengah duduk Robert Ford, duta besar Amerika Serikat bagi Suriah. Seorang aktivis memasang foto dari kunjungan solidaritas tersebut di internet. Mungkin saja, kehadiran Ford dan duta besar Perancis mencegah terjadinya pembunuhan massal. Pihak lain berpendapat, para diplomat tersebut mempermainkan pimpinan Suriah. Karena kalangan pemerintahan Suriah sejak awal menuduh bahwa negara-negara asing yang berkuasa turut terlibat dalam aksi demonstrasi di negaranya.

Kenyataannya, gelombang demonstrasi di Suriah tidak berhenti, melainkan terus bertambah besar. Dan pemerintah terus bereaksi dengan kekerasan. Sabtu kemarin (9/7), organisasi HAM Human Rights Watch mempublikasikan hasil wawancara dengan tentara Suriah yang membelot dan berpihak pada demonstran. Menurut mereka, pasukan diberi perintah untuk menembak demonstran yang tidak bersenjata dan membenarkan serangan tersebut karena dianggap berperang melawan teroris.

Video amatir lain yang juga direkam di hari Jumat (8/7) dari balkon rumah di kota Damaskus, menunjukkan tentara yang mengejar demonstran di jalanan. Jelas terlihat saat seorang yang berseragam menembakkan senjata api. Allahu akbar. Demikian reaksi sang juru kamera.

Adegan seperti ini lah, yang membuat pihak oposisi meragukan tujuan dari Dialog Nasional. Para demonstran bereaksi Jumat lalu (8/7) dengan menyerukan "Tidak untuk Dialog". Di situs internet "Revolusi Suriah 2011" tertera "Dialog macam apa yang bisa dilakukan, jika terjadi pertumpahan darah dan kota terus dipenuhi militer? Darah para martir yang masih hangat menyerukan kepada kami untuk berkata tidak terhadap dialog dengan para pembunuh." Beberapa pihak oposisi sudah berhari-hari menegaskan, tidak akan ikut serta dalam pembukaan Dialog Nasional yang digelar pemerintah hari Minggu ini (10/7). Mereka mengajukan berbagai tuntutan yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Diantaranya, tidak boleh lagi ada aksi kekerasan terhadap demonstran.

Dialog Nasional di Suriah akan dipimpin oleh wakil presiden Farouk al-Sharaa. Beberapa hari yang lalu, kepada sebuah harian setempat al-Sharaa mengatakan tujuan digelarnya dialog tersebut adalah untuk mengubah iklim di negara itu. Mereka akan berbicara tentang perubahan struktur politik, keuangan dan sosial. Sasaran akhir yang ingin dicapai adalah "sistem masyarakat majemuk dan demokratis", dimana "pemilu yang bebas akan memainkan peranan penting". Sepertinya, kini pihak oposisi Suriah merasa cukup kuat untuk tidak mempercayai janji tersebut. Setidaknya tidak dengan kondisi negara sekarang ini.

Carsten Kühntopp / Vidi Legowo-Zipperer

Editor : Luky Setyarini

Laporan Pilihan