1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Peta Digital Ungkap Misteri Stonehenge

Kalangan periset menemukan sejumlah struktur baru di sekitar Stonehenge. Peta digital baru yang didasarkan pada riset mereka dinilai akan mengubah pemahaman atas monumen kuno yang ikonis ini.

Stonehenge di dataran Salisbury di bagian baratdaya Inggris adalah salah satu situs kuno di Eropa yang selama ini dikira berdiri sendiri. Namun pemindaian bawah tanah beresolusi tinggi hingga seluas 12 kilometer persegi di sekitarnya mengungkap adanya 17 tempat suci lain.

Temuan baru diduga berasal dari 6.000 tahun lalu, termasuk bukti 17 struktur yang terbuat dari kayu atau batu serta puluhan gundukan tanah makam. Ada juga lubang besar yang tampaknya membentuk kesejajaran astronomis.

Studi selama 4 tahun itu menggunakan magnetometer - detektor logam canggih - radar bawah tanah, sensor elektromagnetik dan pemindai laser tiga dimensi.

Arkeolog telah menggali dan membangun teori mengenai Stonehenge sejak tahun 1620-an. Monumen yang terletak 140 kilometer dari London ini menarik lebih dari 1,2 juta pengunjung per tahun, termasuk Presiden Barack Obama awal September 2014.

"Sebagian besar wilayah di sekitar Stonehenge belum pernah terjamah. Wilayah ini belum pernah dieksplorasi," ujar pimpinan proyek Profesor Vincent Gaffney.

Temuan baru

"Monumen-monumen baru terkuak, juga tipe-tipe monumen yang belum pernah dilihat oleh arkeolog sebelumnya," kata Gaffney.

Proyek ini mengungkap, misalnya, informasi baru mengenai Dinding Durrington yang terletak tak jauh dari Stonehenge, yang pernah dihuni 4.500 tahun lalu, atau sekitar waktu yang sama dengan pendirian Stonehenge. Menurut temuan terbaru, Dinding Durrington juga diapit puluhan batu-batu setinggi 3 meter.

Peta digital juga melengkapi riset Stonehenge terdahulu, menyediakan detail baru mengenai gundukan tanah pemakaman dari Zaman Perunggu dan Zaman Besi, begitu juga dengan permukiman Romawi.

Proyek Lanskap Tersembunyi Stonehenge dipimpin oleh Universitas Birmingham, bekerjasama dengan Institut Ludwig Boltzmann untuk Prospeksi Arkeologis dan Arkeologi Virtual di Wina.

cp/hp (ap, afp)

Laporan Pilihan