Pesta Aktivis Lingkungan di Jakarta | Lingkungan | DW | 08.04.2011
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Lingkungan

Pesta Aktivis Lingkungan di Jakarta

Bagaimana cara para aktivis lingkungan berpesta? Puluhan aktivis lingkungan merayakan pesta kecil-kecilan di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Tapi tak seperti pesta pada umumnya, yang menghambur-hamburkan sampah.

default

Stand Greenpeace dalam Pesta Aktivis Lingkungan

Minggu pagi, Taman Menteng, Jakarta Pusat dipadati pengunjung. Di pusat taman, berdiri sebuah panggung sederhana, sementara tenda-tenda bersekat berbaris di halaman. Di pojok halaman, berdiri kios LSM Pemerhati Lingkungan Internasional, WWF. Joni Bazar, relawan WWF, baru saja membuka kkomputer jinjingnya. Di layar, tampak hitungan mundur menuju earth hour. Earth Hour merupakan aksi simbolik mematikan alat elektronik sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan penghematan energi.

Earth Hour - Umweltaktivisten Veranstaltung in Jakarta Bild 04

Hitung mundur menuju Earth Hour

Aksi Earth Hour, diselenggarakan setahun sekali. Tahun 2010, melalui aksi ini bisa dihemat listrik Jakarta hingga 80 Megawatt atau bila dikonversi bernilai 210 juta rupiah. Kampanye WWF soal Earth Hour merupakan salah satu bagian dari pesta lingkungan di Taman Menteng. Pesta lingkungan saat itu bertajuk “Green is a Message” yang juga bertepatan pada hari jadi Greenradio yang ke tiga.

Kerusakan Hutan Indonesia

Sementara di Kios lain, Satria Suhada, aktivis dari Greenpeace, menunjukkan gambar kerusakan hutan di Indonesia. ”Kerusakan hutan di Indonesia itu makin hari makin parah. Ini salah satu foto yang kita pajang soal kerusakan hutan di Indonesia. Mulai dari pembukaan lahan hutan gambut, untuk dijadikan pembukaan tanam industri. Kita tidak anti dengan tanaman industrinya, tapi dengan deforestasinya. Kita ingin ke depan, industri perkebunan di Indonesia bisa berkelanjutan, dan hutan Indonesia masih ada untuk anak cucu kita. Data kekinian dari Greenpeace menunjukkan sebanyak 70 sampai 80 persen penebangan hutan di Indonesia adalah ilegal. Kehancuran hutan Indonesia sekitar 2,8 juta hektar atau setara dengan 6 kali luas lapangan sepak bola per menit.”

Greeneration - Umweltaktivisten Veranstaltung in Jakarta Bild 06

Produk buatan Greenation dari bahan daur ulan

Mengurangi Sampah Plastik

Isu soal sampah juga digencarkan dalam pesta aktivis lingkungan. Di samping kios Greenpeace terdapat plastik menumpuk. Di situ, Mufti dari Greenation mengkampanyekan bahaya plastik bagi kehidupan manusia. Ia bersama Greenation juga pamerkan kantong belanjaan yang bisa dilipat jadi gantungan kunci. “Kita memang tidak anti kantong plastik, tapi kalau memang mau belanja silahkan bawa kantong sendiri. Dan kita membuat karya ini, untuk memberikan nilai tambah. Bisa dilipat, bisa jadi gantungan kunci. Kecil dan mudah dibawa ke mana-mana,” papar Mufti.

Dampak Perubahan Iklim pada Nelayan

Dari sampah plastik menuju laut. Perubahan iklim telah menyebabkan cuaca ekstrem di Indonesia. Cuaca tak menentu belakangan ini membuat nelayan di Indonesia hilang di tengah laut. Menurut catatan Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan, KIARA sejak awal tahun ini, nelayan Indonesia yang hilang di laut lebih dari 30 orang.

Kiara - Umweltaktivisten Veranstaltung in Jakarta Bild 01

KIARA mengkampanyekan perbaikan kehidupan nelayan Indonesia

Aktivis KIARA, Susan Herawati, mengatakan, “Oleh karena itu, kami menyatakan ini sebagai bencana nasional. Karena dampak perubahan iklim tak hanya pada ekonomi-sosial, tapi juga perempuan nelayan. Kami mendesak Presiden Yudhoyono menjadikan perubahan iklim yang berdampak pada nelayan sebagai bencana nasional. Sebenarnya, para nelayan sudah bisa membaca cuaca. Tapi karena cuaca ekstrem, bila mereka mencari ikan akan lebih jauh lagi jarak tempuhnya. Ke tengah laut. Karena, ikan-ikan juga sudah tak hidup di pesisir karena pesisirnya sudah rusak.”

Energi Nuklir bagi Indonesia

Bencana tsunami di Jepang baru-baru ini juga jadi perhatian para aktivis lingkungan. Sorotan tersebut terutama pada kecelakaan yang terjadi di reaktor nuklir di Fukushima Jepang akibat guncangan gempa sekaligus tsunami. Kkecelakkaan reaktor Fukushima ini juga mengirim sinyal ke Indonesia, yang sedang bimbang memilih energinya ke depan. Rencana pembangunan listrik tenaga nuklir di Indonesia pun perlu dipertimbangkan, kata Direktur Greenradio, Isaac Santoso.

Green is a Message. Inilah yang didengungkan dalam pesta para aktivis lingkungan di Taman Menteng, Jakarta Pusat, bulan Maret lalu. Para aktivis lingkungan ini akan tetap berpesta sambil berteriak lantang tentang nasib bumi dan manusia di kemudian hari.

Muhammad Irham

Editor: Ayu Purwaningsih