1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Pesan Buah dan Sayur Lewat Internet

Orang Jerman banyak berbelanja lewat internet. Baik peralatan elektronik, sepatu maupun buku. Hanya saja memesan bahan pangan jarang dilakukan lewat internet. Pakar menduga, ini akan berubah dalam waktu dekat.

Orang ingin memeriksa kualitas tomat, atau melihat apakah apel sudah digigit cacing. Orang juga mau mengambil pisang paling cantik dari rak, kemudian langsung mengambil dan membayar dengan harga murah. Itu alasan orang Jerman untuk pergi ke supermarket, dan tidak memesan bahan pangan dari internet. Biasanya pasar swalayan juga tidak terlalu jauh. Jumlah supermarket di Jerman sekitar 24.800, jadi sangat tinggi.

Di internet, angka penjual bahan pangan memang tidak banyak, dibanding penjual barang lain. Keuntungan mereka sekitar setengah milyar Euro. Itu hanya 0,35% dari keuntungan seluruh pedagang bahan pangan.

Tetapi beberapa perusahaan besar melihat potensi di bidang ini. Perusahaan Amazon rupanya berencana untuk memperluas penawaran bahan pangan segar, yaitu buah-buahan, sayuran, ikan, daging dan susu di Jerman. Itu sudah dites di AS. Penjual bahan pangan kedua terbesar Jerman, Rewe, juga akan mengambil langkah sama. Untuk itu mereka membuat tim internet sendiri.

Tesco Supermarkt Geschäft Handelskette

Supermarket Tesco di Inggris

Keuntungan Empat Kali Lipat hingga 2020

Banyak pakar memperkirakan, perusahaan penjual bahan pangan yang memperluas diri di internet ingin menutup toko atau supermarketnya sedikit demi sedikit. Perusahaan konsultasi A. T. Kearney memperkirakan, keuntungan bisa mencapai dua hingga tiga milyar Euro sampai 2020, dan bagian dalam pasaran bahan pangan mencapai dua hingga dua setengah persen. Dua persen konsumen Jerman sekarang sudah membeli bahan makanan sedikitnya sekali sebulan. Itu berarti dua kali lipat dibanding 2012, kata Mirko Warschun, kepala bagian konsultasi pada A. T. Kearney.

Di beberapa negara Eropa lainnya tren ini sudah lebih terlihat, misalnya di Inggris, dijelaskan Lars Hofacker dari EHI Retail Institute di Köln. Sementara di Perancis, yang populer adalah konsep "drive in". Artinya, bahan pangan dipesan lewat internet, kemudian diambil di suatu tempat. Demikian ditambahkan Hofacker.

Sempitnya Pasar Bahan Pangan Jerman

Apakah konsep seperti ini bisa sukses di Jerman juga tergantung harga. Menurut Hofacker, orang Jerman sangat memperhatikan harga, berbeda dengan di negara lain. Bagi pedagang di internet, ini jadi tantangan, karena keuntungan dari penjualan bahan pangan biasanya tidak terlalu tinggi, berbeda dengan misalnya tekstil atau mebel.

Pada supermarket online Allyouneed.com, produk-produk harganya sama dengan di supermarket biasa, kata juru bicara Allyouneed Max Thinius. Sementara barang dagangan lain yang pasarnya besar, menghasilkan keuntungan yang bisa mengimbangi penjualan barang seperti roti dan mentega. "Dan kami tidak punya toko, jadi tidak ada biaya stasioner," ditambahkan Thinius.

Deutschland Einzelhandel Lebensmittel im Supermarkt

Di Jerman bahan pangan sebagian besar masih dijual di toko atau supermarket.

Tetapi pedagang di internet harus mengeluarkan biaya besar untuk penyaluran barang ke konsumen. Pada barang-barang segar, rantai pendingin tidak boleh terputus. Selain itu, kemasan tidak boleh menghasilkan sampah terlalu banyak. Namun demikian, model usaha ini menarik, kata Thinius. Di Inggris, dengan menjual bahan pangan di internet supermarket Tesco mendapat keuntungan 150 juta Euro, tahun 2013.

Tidak Ketinggalan Jaman

Para pakar yakin, di masa depan orang Jerman akan lebih sering membeli komoditi segar lewat internet. Warga kota akan berbelanja dengan cara ini karena lebih praktis. Warga pedesaan kemungkinan akan menggunakan cara ini, karena supermarket terdekat terlalu jauh dari tempat tinggalnya.

Penjual yang hanya beroperasi di internet, yang disebut Pure Player, seperti Allyouneed.com atau Food.de kini menunggu berkembangnya tren ini di Jerman. Sedangkan jaringan supermarket tidak terlalu mengutamakannya, tetapi tidak mau ketinggalan jaman. Namun salah satu supermarket terbesar Jerman, Rewe, juga memperkirakan, di masa depan orang akan membeli kebutuhan makanan sehari-hari dari internet.

Laporan Pilihan