1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Perundingan Konflik Nuklir Iran "Konstruktif"

Negara-negara adidaya barat, Rusia dan Cina, memulai kembali perundingan dengan Iran tentang program nuklir. Namun, harapan akan kemajuan tidaklah besar.

Usai sesi pertama perundingan, juru bicara Uni Eropa Michael Mann mengatakan, pembicaraan berlangsung dalam "atmosfir yang konstruktif". Mann menambahkan, "Kami punya perasaan positif, bahwa mereka mau lebih terlibat." Sesi kedua masih berlangsung. Para diplomat memperkirakan, perwakilan pemerintah di Teheran akan menjabarkan "inisiatif baru" untuk melanjutkan proses negosiasi.

15 bulan vakum

Perwakilan enam negara terkuat di dunia untuk pertama kalinya dalam 15 bulan kembali berunding dengan Iran di Istanbul, Sabtu (14/4). Sejauh ini, kedua pihak menemukan jalan buntu dalam usaha menghentikan program nuklir Iran. Diplomat dari Amerika Serikat, Rusia, Cina, Inggris, Perancis dan Jerman menghadiri perundingan tersebut.

"Respon terakhir Iran adalah mereka bersedia untuk bertemu dan berbicara tentang masalah nuklir. Kami ingin mencobanya," ujar seorang wakil barat sebelum perundingan dimulai. "Kami tidak mengharapkan akan mendapat banyak rincian. Ini usaha untuk bisa bertemu kembali dalam kurun waktu 4 hingga 6 minggu mendatang. Saat itulah kami akan membahas secara lebih rinci."

Tuduhan Iran merakit senjata nuklir

Kemampuan Iran untuk mengembangkan pengayaan uranium yang saat ini digunakan untuk pembangkit listrik dan tujuan damai lainnya, bisa juga digunakan dalam bentuk yang lebih murni untuk merakit senjata nuklir. Ini hal yang semakin dikhawatirkan negara lain.

Khususnya, aktivitas di bekas instalasi Fordo dekat kota suci Qom yang menjadi sumber kekhawatiran. Instalasi tersebut saat ini melakukan pengayaan uranium hingga kemurnian 20 persen, tetapi bisa mencapai hingga 90 persen dan cukup untuk merakit senjata nuklir. Demikian menurut para pakar. Masalah Fordo dan laporan IAEA, badan energi atom internasional PBB, tentang usaha pengadaan senjata, menyebabkan Uni Eropa dan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi yang lebih keras bagi Iran. Israel juga mengancam akan melakukan aksi militer.

Vidi Legowo-Zipperer (afp, ap)

Laporan Pilihan