1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Perundingan Hongkong Gagal, Demo Berlanjut

Hasil perundingan antara aktivis Hongkong dengan pemerintah adalah: "Sepakat untuk tidak Sepakat". Artinya: aksi protes akan dilanjutkan. Tajuk Philipp Bilsky.

Posisi duduk para peserta perundingan sudah mengisyaratkan hasilnya. Perwakilan mahasiswa dan perwakilan pemerintah Hongkong tidak duduk di meja bundar. Melainkan, satu kubu duduk di bagian kiri, kubu lainnya duduk cukup jauh di bagian kanan. Dan di tengah, ruang kosong cukup luas.

Tepat begitulah posisi kedua pihak yang berikai. Tidak ada harapan kesepakatan dalam waktu dekat. Apakah ada artinya dialog dilanjutkan, hendak dipertimbangkan lagi oleh kelompok mahasiswa.

Padahal pihak pemerintah Hongkong sudah mengisyaratkan, atau paling tidak, ada usaha, untuk mendekati kelompok pemrotes. "Masih terdapat ruang untuk membuat komite nominasi yang menyeleksi kandidat kepala adminsitratif Hongkong menjadi lebih demokratis," tegas kepala pemerintahan Leung Chun-ying menjelang perundingan.

Ketua juru runding pemerintah Carrie Lam kembali menegaskan kemungkinan itu dalam perundingan. Juga rancangan reformasi Undang Undang Pemilu 2017 yang diputuskan Kongres Rakyat bukanlah titik akhir. Dalam pemilihan umum mendatang, masih ada kemungkinan demokratisasi lebih lanjut.

Philipp Bilsky

Philipp Bilsky pimpinan redaksi Cina DW.

Tapi pemerintah Hongkong juga menegaskan, Sebuah pemilu atau juga penyaringan kandidat yang benar-benar demokratis, dalam waktu dekat tidak akan ada. Alasannya: Penyaringan awal kandidat oleh Komite Nominasi sudah dicantumkan dalam konstitusi Hongkong saat pengalihan kembali dari Ingris kepada Cina tahun 1997 silam.

Hongkong bukan sebuah negara merdeka, melainkan sebuah kawasan adminstrasi khusus di dalam Cina. Jadi idealisme semata tidak mencukupi. Warga juga harus menyadari realita yang ada.

Bagaimana sikap pimpinan kelompok mahasiswa, akan terlihat dalam beberapa hari mendatang, Tapi pernyataan pertama sudah menjelaskan, bahwa langkah kecil yang mengambang semacam itu tidaklah cukup. Juga, jika kelompok mahasiswa menerima kompromi, melakukan langkah kecil menuju demokrasi, kemungkinan situasi aksi di jalanan tidak akan berubah banyak. Sebab, gerakan protes itu sudah memiliki dinamika sendiri.

Inisiator awal, organisasi mahasiswa dan pelajar serta gerakan Occupy-Central, hanyalah pemberi impuls. Banyak mahasiswa dan pelajar tetap bergeming dari tuntutan mereka, 100 persen pemilu demokratis. Walau kebanyakan dari mereka juga menyadari, tuntutan ini tidak akan dapat diwujudkan dalam waktu dekat.

Apa artinya semua ini? Di Hongkong, dalam waktu dekat ini tidak terlihat pertanda akan berakhirnya konfrontasi. Sinyal menunjukan, akan digelarnya aksi-aksi demonstrasi baru serta blokade jalanan. Tapi juga terdapat sinyal akan terus digunakannya gas air mata serta sempotan lada oleh aparat keamanan.